Adik Ipar Minta Jatah Saat Istri Pergi


537
535 shares, 537 points

Adik Ipar Minta Jatah Saat Istri Pergi

Usiaku sudah hampir mencapai 30 tahunan. Aku tinggal bersama mertuaku yang janda yang sudah lama ditinggal mati suaminya akibat penyakit yang dideritanya. Dari itu istriku berharap aku tinggal di rumah ibunya supaya kami tetap berkumpul sebagai keluarga tidak terpisah. Di rumah itu kami tinggal 7 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek semua.

Jadi… begini nih ceritanya. Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut. Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.

Pagi sekitar pukul 9 wib, baru aku terbangun dari tidur. Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah… mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati. Saat aku mau turun dari tempat tidur terdengar suara jeritan tangis anakku menuju arah pintu. seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya. Oh… ternyata dia bersama tantenya Rosa yang tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut lagi pipis dicelana. Rosa mengganti celana anakku, ā€œKemana mamanya, Sa…?ā€ tanyaku. ā€œLagi ke pasar Bangā€ jawabnya ā€œEmang gak diberi tau, ya?ā€ timpalnya lagi. Aku melihat Rosa pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia melihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku. ā€œKenapa kamu?ā€ tanyaku heran ā€œhmm Anu bangā€¦ā€ sambil melihat kembali ke bawah.

ā€œOh… maaf ya, Sa?ā€ terkejut aku, rupanya selimut yang kupakai tidur sudah melorot setengah pahaku tanpa kusadari, aku lagi bugil. Hmmm… tadi malam abis tempur sama sang istri hingga aku kelelahan dan lupa memakai celana hehehe….

Anehnya, Rosa hanya tersenyum, bukan tersenyum malu, malah beliau menyindir ā€œAbis tempur ya, Bang. Mau dongā€¦ā€ Katanya tanpa ragu ā€œHaaaā€¦ā€ Kontan aja aku terkejut mendengar pernyataan itu. Malah kini aku jadi salah tingkah dan berkeringat dingin dan bergegas ke toilet kamarku.

Dua hari setelah mengingat pernyataan Rosa kemarin pagi, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa berkata seperti itu. Setahu aku tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul. Ah… masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya. Gimana gak aku sia-siakan, Tuh anak mempunyai badan yang sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus panjang. Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film dan artis sinetron Titi kamal. Kembali momen yang kutunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya. Istri, anak dan mertuaku pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan iparku satu lagi pas kuliah. Hanya aku dan Rosa di rumah. Sewaktu itu aku ke kamar mandi belakang untuk urusan ā€œsaluran airā€, aku berpapasan dengan Rosa yang baru selesai mandi. Wow, dia hanya menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pahanya. Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.

Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor.

ā€œSiapa?ā€ tanyaku

ā€œDuhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bangā€ jawabnya.

ā€œOh iya, ada apa, Sa…?ā€ tanyaku lagi

ā€œBang, lampu di kamar aku mati tuhā€

ā€œCepatan dong!!ā€

ā€œOo… iya, bentar yaā€ balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Rosa.

Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud.

ā€œSa, kamu pegangin nih kursi ya?ā€ perintahku ā€œOK, bangā€ balasnya.

ā€œKok kamu belum pake baju?ā€ tanyaku heran.

ā€œAbisnya agak gelap, bang?ā€

ā€œooo…!?ā€

Aku berusaha meraih lampu di atasku. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yang ku injak oleng ke arah Rosa. Dan… braaak aku jatuh ke ranjang, aku menghimpit Rosa..

ā€œOu…ouā€¦ā€ apa yang terjadi. Handuk yang menutupi bagian atas tubuhnya terbuka.

ā€œMaaf, Saā€

ā€œGak apa-apa bangā€

Anehnya Rosa tidak segera menutup handuk tersebut aku masih berada diatas tubuhnya, malahan dia tersenyum kepadaku. Melihat hal seperti itu, aku yakin dia merespon. Kontan aja barangku tegang.

Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami,

dengan berani kucium bibirnya, Rosa hanya terdiam dan tidak membalas.

ā€œKok kamu diam?ā€

ā€œEhmm… malu, Bangā€

Aku tahu dia belum pernah melakukan hal ini. Terus aku melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Lama-kelamaan ia membalas juga, hingga bibir kami saling berpagutan. Kulancarkan serangan demi serangan, dengan bimbinganku Rosa mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. payudara miliknya kini menjadi jajalanku, kujilati, kuhisap malah kupelintir dikit.

ā€œOuhh… sakit, Bang. Tapi enak kokā€

ā€œSa… tubuh kamu bagus sekali, sayang… ouhmmmā€ Sembari aku melanjutkan kebagian perut, pusar dan kini hampir dekat daerah kemaluannya. Rosa tidak melarang aku bertindak seperti itu, malah ia semakin gemas menjambak rambutku, sakit emang, tapi aku diam saja.

Sungguh indah dan harum memeknya Rosa, maklum ia baru saja selesai mandi. Bulu terawat dengan potongan tipis. Kini aku menjulurkan lidahku memasuki liang vaginanya, ku hisap sekuatnya sangkin geramnya aku.

ā€œAdauuu…. sakiiitā€ tentu saja ia melonjak kesakitan.

ā€œOh, maaf Saā€

ā€œJangan seperti itu dongā€ merintih ia

ā€œAyo lanjutin lagiā€ pintanya

ā€œTapi, giliran aku sekarang yang nyerangā€ aturnya kemudian

Tubuhku kini terlentang pasrah. Rosa langsung saja menyerang daerah sensitifku, menjilatinya, menghisap dan mengocok dengan mulutnya.

ā€œOhhh… Sa, enak kali sayang, ah…?ā€ kalau yang ini entah ia pelajari

dari mana, masa bodo ahh…!!

ā€œDuh, gede amat barang mu, Bangā€

ā€œOhhh….ā€

ā€œBang, Rosa sudah tidak tahan, nih… masukin punya mu, ya Bangā€

ā€œTerserah kamu sayang, abang juga tidak tahanā€ Rosa kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke bawah perut ku. Ia mulai memegang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang vaginanya. semula agak sulit, tapi setelah ia melumat dan membasahinya kembali baru agak sedikit gampang masuknya.

ā€œOuuu…ahhhhh….ā€ … seluruh kemaluanku amblas di dalam goa kenikmatan milik Rosa.

ā€œAwwwh, Baaaang….. akhhhhhā€ Rosa mulai memompa dengan menopang dadaku. Tidak hanya memompa kini ia mulai dengan gerakan maju mundur sambil meremas-remas payu daranya.

Hal tersebut menjadi perhatianku, aku tidak mau dia menikmatinya sendiri. Sambil bergoyang aku mengambil posisi duduk, mukaku sudah menghadap payudaranya.Rosa semakin histeris setelah kujilati kembali gunung indahnya.

ā€œAkhhhh… aku sudah tidak tahan, bang. Mau keluar nih.

Awwwhhh??ā€

ā€œJangan dulu Sa, tahan ya bentarā€ hanya sekali balik kini aku sudah berada diatas tubuh Rosa genjotan demi genjotan kulesakkan ke memeknya. Rosa terjerit-jerit kesakitan sambil menekan pantatku dengan kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi kulesakkan.

ā€œAmpuuuun…… ahhhh… trus, Bangā€

ā€œBaaang… goyangnya cepatin lagi, ahhhh… dah mau keluar nihā€

Rosa tidak hanya merintih tapi kini sudah menarik rambut dan meremas tubuhku.

ā€œOughhhhh… abang juga mau keluar, Zzhaaā€ kugoyang semangkin cepat, cepat dan sangat cepat hingga jeritku dan jerit Rosa membahana di ruang kamar.

Erangan panjang kami sudah mulai menampakan akhir pertandingan ini.

ā€ ouughhhhh…. ouhhhhhhā€

ā€œEnak, Baaaangg….ā€

ā€œIya sayang…. ehmmmmmmā€ kutumpahkan spermaku seluruhnya ke dalam vagina Rosa dan setelah itu ku sodorkan kontol ke mulutnya, kuminta ia agar membersihkannya.

ā€œmmmmmmuaaachhhhhā€¦ā€ dikecupnya punyaku setelah dibersihkannya dan itu pertanda permainan ini berakhir, kamipun tertidur lemas.

Kesempatan demi kesempatan kami lakukan, baik dirumah, kamar mandi, di hotel bahkan ketika sambil menggendong anakku, ketika itu di ruang tamu. Dimanapun Rosa siap dan dimanapun aku siap.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Like it? Share with your friends!

537
535 shares, 537 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
1
lol
omg omg
1
omg
win win
0
win
Ngocoks

error: Content is protected !!