Namaku Parjo, sudah lupa aku beningnya air di sungai tempat aku dulu memancing bersama teman-temanku, air yang sejuk dengan kejernihan yang membuat kami bisa dengan leluasa melihat ikan-ikan yang berenang mendekati umpan-umpan kami. Sudah 24 tahun aku mengadu nasib di Jakarta, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta aku berkeyakinan besar kalau aku dapat sukses dan dapat kembali ke kampung sebagai orang besar yang dapat membantu kehidupan emak dan bapak.
Tapiā¦
Jalan nasib tidak ada yang tahu, hasil kerja keras selama lima belas tahun hilang tidak berbekas karena kebodohan aku mempercayai partner kerjaku dan lebih parahnya lagi dia juga berhutang besar kepada bank tapi dengan menggunakan nama dan asetku sebagai jaminannya. Sekarang aku hanya dapat hidup terlunta-lunta di kota jakarta ini, tidak berani hati ini melangkah pulang menghadap orang-orang sekampung apalagi melihat emak dan bapak, aku berdoa semoga emak dan bapak masih sehat-sehat dan tidak khawatir akan keadaanku di jakarta.
Sekarang aku tinggal di sebuah gedung perkantoran yang sudah terbengkalai sejak lama, aku menyambung hidup dengan bekerja serabutan, pernah aku menjadi kuli bangunan di komplek perumahan di dekat sini, tetapi karena sekarang kebanyakan rumah itu sudah selesai terpaksa pekerjaan aku sekarang untuk menyambung hidup adalah hanya dengan menjadi tukang sampah di komplek dulu bekerja. Di kompleks perumahan ini, aku satu-satunya tukang sampah yang dapat memasuki perumahan ini, itu dikarenakan aku kenal dengan beberapa satpam di perumahan ini mereka dulu bekerja sama dengan aku ketika menjadi kuli bangunan mereka yang meminta kepada atasan mereka untuk dapat tetap mempertahankan aku walaupun hanya menjadi tukang sampah, āhahaha sial memangā¦!ā tertawa aku memikirkan mereka, sungguh nasib mereka lebih bagus dari aku, karena mereka kelihatan lebih kekar dan muda daripada aku mereka dapat mendapatkan pekerjaan yang cukup layak di perumahan ini, sedangkan aku hanya dapat memunguti sampah ketika para atasan busuk itu melihat aku sudah tidak muda dan kuat lagi.
Di pagi hari aku sudah keluar dari gedung reyot ini, ditemani oleh gerobak berwarna oranye aku menyusuri komplek perumahan ini untuk sampah-sampah dari setiap rumah di komplek ini, tidak jarang aku melihat mereka membuang benda yang sebenarnya belum spenuhnya rusak terkadang hanya karena tergores ataupun hanya karena warnanya pudar benda itu dibuang oleh pemiliknya, makanya tidak jarang aku menemukan baju, sepatu, celana bahkan handphone dan TV pernah dibuang oleh pemiliknya hanya karena barang tersebut sudah dianggap kuno, aneh-aneh memang kebiasaan para orang kaya ini, tapi tidak apa-apa semakin mereka seperti itu semakin aku yang beruntung karena aku bisa mendapatkan barang-barang ini secara gratis walaupun sudah agak tua dan terlihat jelek.
Suatu ketika aku melewati sebuah rumah mewah di salah satu blok di perumahan ini, aku melihat sesosok gadis cantik di belakang pagar rumahnya sedang berjalan keluar sambil memegang kantung plastik berwarna putih kecil, sejenak dia mencari-cari alas kakinya dan segera memakainya ketika ditemukannya sendal tersebut terselip di bawah mobil yang terparkir di garasinya, aku begituu terpesona dengan gadis ini. Dia menggunakan celana pendek berwarna biru muda yang begitu menunjukkan kemulusan kaki jenjang dan pahanya yang putih itu, kaus berwarna pink juga terlihat cocok sekali membalut badannya yang tidak begitu besar tapi terlihat lekukan badannya cukup tercetak di baju yang dipakainya, wajahnya manis dan cantik sekali semuanya ditambah dengan kulitnya yang walaupun aku melihat dari kejauhan aku tetap terperangkap oleh betapa cantiknya dia, ditambah ketika dia mulai berjalan keluar ke arah pagar dan mulai terkena sinar matahari aku makin takjub melihat kecantikannya dengan lebih jelas. kulit putihnya makin bersinar terang ketika terkena sinar matahari, pahanya dan tengkuknya juga semakin terlihat sangat menggoda mata, dadanya yang dibalut oleh kaus pink juga dan bra juga makin terlihat jelas aku dapat melihat lekukan dada yang dibentuk oleh bra yang ia pakai, menurut perkiraan aku ukuran cup BHānya mungkin 34B. terdiam aku beberapa saat memandangi pemandangan ini, lambat laun aku mulai tersadar ketika gadis cantik ini berjalan keluar dan mengantungkan kantong plastik kecil yang ia bawa ke gantungan sampah di depan rumahnya. Perlahan aku memberanikan diri menarik gerobak sampah di belakang ku mendekati rumah gadis tersebut.
ketika aku sampai disanna gadis itu telah berjalan masuk kerumahnya, aku tetap memperhatikan dia dan makin terasa cantik gadis ini di setiap langkahku bertambah mendekati rumahnya. Di balik pagar setelah dia menutupnya dia tersenyum kecil sambil menganggukan kepala ketika melihat aku mendekat, ternyata gadis cantik ini benar-benar sangat amat cantik dan baik hati bahkan kepada aku yang hanya tukang sampah komplek dia tidak ragu-ragu untuk melemparkan senyum dan mengangguk sejenak, padahal dia adalah anak orang kaya dan seorang gadis yang cantik luar biasa. Makin hati ini tertawan oleh pesonanya, luarr biasa gadis ini.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa hanya pelan-pelan melihat dia melangkah kembali masuk ke dalam rumahnya. Terdiam lama aku berdiri disana di depan rumahnya di bawah terik matahari yang beranjak menuju siang hari,
aku benar-benar terperangkap oleh gadis itu aku jatuh cinta pada pandangan yang pertama..,
cinta sebuah kata dan perasaan yang sudah lama tidak aku rasakan dan ucapkan aku ingin membingkai senyum gadis itu dan melihat senyum tiap harikuā¦,
aku ingin melindunginya agar senyum itu dapat terus mengembang dan mencerahkan dunia iniā¦
Tetapi jauh di dalam perasaan itu di bawah sadar sebenarnya ada perasaan lain yang jauh lebih gelap dan kotor:
aku ingin merasakan tubuh ini bersentuhan dengan tubuhnyaā¦
aku ingin merasakan manis bibirnyaā¦
aku ingin mencumbu dadanyaā¦
aku ingin merasakan halus dadanyaā¦.
aku inginā¦aku inginā¦aku inginā¦
tersadar aku dari lamunan aku, aku cepat-cepat mengingatkan diri akan tugasku sebagai tukang sampah dan hanya sebagai tukang sampah, aku membuang jauh-jauh lamunan itu biarlah itu menjadi impian di siang bolong. Aku bergerak mendekati tempat sampah di depan rumahnya, dengan cekatan aku menarik kluar tongkat sampah dari gerobak sampah, ya walaupun aku tukang sampah terkadang aku masih merasa jijik jika harus menggunakan langsung tanganku untuk menyentuh bungkusan plastik-plastik sampah ini.
satu bungkus plastik sampahā¦
dua bungkus plastik sampahā¦
dengan cepat aku dengan gampang memindahkan plastik-plastik sampah tersebut dari tempatnya ke dalam gerobak sampah, tinggal kantong plastik yang terakhir yang belum aku masukkan.
terdiam aku melihat kantong plastik itu, aku tau bahwa itu adalah kantong plastik yang tadi dibawa keluar oleh gadis cantik itu, plastik yang secara ukuran lebih kecil daripada plastik yang sudah aku pindahkan sebelumnya. Entah mengapa aku merasakan ini adalah plastik yang spesial, mungkin karena kantong plastik ini adalah satu-satunya benda yang pernah dipegang oleh jari jenjang dan tangan dari gadis itu. Perlahan aku memincingkan mata melihat kantong plastik putih itu, aku berusaha melihat apa yang dibungkus oleh kantong plastik itu, terlihat ada bungkusan biru tua di dalam plastik putih itu aku memiringkan kepala untuk mencoba membaca tulisan apa yang tertulis di bungkusan biru tua itu.
tertulis tulisan:
āLaurierā
dibawahnya tercetak tulisan āRelax night with gathersā¦ā, āopo iki??āā¦pikirku berusaha menebak apa sebenarnya bungkusan ini
dan di bawahnya lagi tertulis ādaya serap maksimal, proteksi dari segala arah dan anti bocorā, āoohh oyalahhā¦ā tersadar aku benda apa itu sebenarnya di dalam bungkusan plastik itu
Terlihat juga gambar benda yang sedang aku pikirkan itu dengan tulisan ā35cmā di atasnya, makin aku yakin bahwa itu adalah bungkus pembalut.
agak jijik aku memikirkannya ketika aku tau itu adalah bungkusan pembalut, dan kemungkinan besar di dalamnya pun ada pembalut bekas yang dipakai oleh gadis cantik itu. Secantik cantiknya wanita itu, tetap saja aku agak jijik jika memikirkan pembalut bekasnya dengan darah menstruasinya yang mungkin ada juga di pembalut tersebutā¦.
Ketika aku sedang memikirkan itu tiba-tiba terdengar suara, entah dari mana yang tiba-tiba berteriak
āWANITA dan DARAHā¦!ā
aku langsung terperanjat, tapi badanku tidak bisa bergerak padahal aku mau mencari dimana sumber suara ituā¦aku merasakan ada desiran angin di tengkuk leherku dan membuat aku merinding padahal ini adalah siang hari yang terik.
aku merasakan panas di badanku, dan mataku terasa semakin berat dan berbayangā¦aku merasa lemas dan pelan-pelan aku mendengar
āBiarkan aku memakai tubuhmu nakāā¦suara itu bersuara lagi dan semakin jelas kali ini kalau aku tidak salah mendengar.
āJangan mengeraskan jiwamu, aku akan membantumu untuk merasakan gadis itu, aku sudah memperhatikanmu sedari tadiā¦serahkan tubuhmu dan biarkan aku yang mengontrol badan iniā aku semakin ketakutan,tetapi aku juga tidak dapat melawan dan merasa sangat bernafsu sekaliā¦aku merasakan kontolku pelan-pelan mengeras.
āNah begitu nakā¦AKU PINJAM TUBUHHMMUUUā¦.!ā
Brrukkkā¦
ā¦aku terjatuhā¦
aku membuka mata, dan tertawa di dalam hati āhahahahaā¦.akhirnya ada lagi gadis yang dapat aku nikmatiāā¦.itu bukan suara hatiku, ini suara dia yang tadi.
aku menjatuhkan tongkatku, perlahan aku merentangkan tangku kedepan ke arah kantung plastik sampah ituā¦āAku jijik, jangan itu kotorā¦ā batinku berteriak.
āDIAAAM, tubuh ini sekarang milikku. AKU CRUSADER13ā suara itu berteriak menghardik aku yang kehilangan kontrol atas tubuhku iniā¦aku hanya dapat terdiam mengikuti apa yang dia lakukan, aku hilang di dalam tubuhku sendiri.
Aku angkat pelan-pelan kantong plastik itu dari gantungan sampah itu, aku membuka kantong plastik ituā¦pelan-pelan bau anyir bercampur sabun menyeruak memenuhi hidungku, tetapi kali ini aku tidak merasa jijik malahan aku merasa sangat bernafsu dan tidak sabar untuk cepat-cepat melihat kedalam kantong plastik ini,
aku pegang bungkusan biru tua itu, dan segera ku keluarkan dari kantong plastik putih itu⦠sekarang dapat kulihat jelas bungkusan pembalut itu.
aku membuka bungkusan pembalut itu dan melihat di dalamnya ada dua bungkusan kecil berwarna pink di dalamnya, aku memasukkan tanganku dan mengambil salah satunya. Perlahan aku buka bungkusan itu dan terpampang jelaslah pembalut bekas pakai gadis itu, dengan noda merah yang cukup banyak di pembalut itu. Aku menebak bahwa gadis cantik itu mungkin baru saja mens di hari pertama atau keduanya melihat jumlah darah yang terserap di pembalut ini.
terpana aku melihat pembalut ituā¦tiba-tiba terdengar teriakan di belakangku, āBapaakkkk..!ā, āNgapain kamu??ā kaget aku dan langsung menjatuhkan pembalut bekas itu ke tanah, aku menengok kebelakang menghadap sumber suara itu. Alangkah kagetnya ternyata gadis itu telah berdiri di luar rumah memperhatikan aku dari belakang, sepertinya dia sedang mau berangkat pergi ketika memergoki aku sedang terpana memandangi pembalut yang pernah dia pakai.
āihh bapak kelainan ya, ngapain bapak pegang-pegang softex??ā āmau guna-gunain aku ya??ā āPergi gaā¦dasar bajingan mesum..!ā āPERGIIā¦ā
aku kaget diberondong oleh kata-katanya, tetapi dengan cepat aku berusaha mengendalikan keadaan.
aku beralasan āMaaf mba, ga ada maksud apa-apa tadi di plastik itu sobek ketika aku mau pindahin ke gerobakā¦ā dia terdiam sejenak mencoba berpikir rasional dengan alasan yang aku buat-buat.
gadis itu lalu menjawab āTerus ngapain pegang-pegang softex itu?ā, pertanyaannya membuat aku kembali harus berpikir keras memikirkan jawabannyaā¦
Aku menjawab lagi āGini mba, pas tadi plastiknya sobek saya lihat pembalut bekas mba, maaf aku ga sengaja perhatiin kalau darah mens mba ga normalā¦ā alasan asal bunyi saja dan yang terpikir di otakku saat ini
āGA normal gimana, jangan alasan pakkk???ā dengan setengah membentak ia mengajukan lagi pertanyaan
āGini mba, embah saya dulu mantri di desa beliau kalau praktik dia sering ajak saya, nah mbah pernah tunjukkin kalau darah mens wanita kalau warnanya seperti ini artinya ga normal dan akan kemungkinan mungkin juga tumor mbaā melihat dia mau menjawab dengan pertanyaan lain aku langsung berbicara lagi ā gini mba, mba kalau tebakan saya lagi mens di hari pertama atau kedua kan? dan pasti perut mba lagi sakit dan mba merasa pusing?
ākoq bapak tau aku dapet hari kedua? dan perut aku lagi sakit? aku beneran ga normal ya mensnya?ā gadis cantik itu menatap aku berharap dapat diberikan jalan keluar dari penyakit yang dikira diidapnya.
āheheheā¦satu-satunya penyakit yang kau idap adalah kebodohan dan polosnya dirimu nak.ā Pikirku dalam hati sambil menahan tawa⦠Dari jumlah dan warna darah mens yang ada di pembalutnya mudah sekali menyimpulkan kalau itu adalah darah mens di hari-hari awal, dan untuk sakit perutnya memangnya ada seorang wanitapun yang merasakan perutnya tidak sakit ketika sedang mendapatkan tamu bulanannya itu.
ātenang mba, coba saya lihat tangan mbaā aku mengambil kesempatan untuk memegang tanggannya yang halus dan putih bersih itu, sungguh kontras dengan tanganku yang kotor dan kasar ini. Aku pura-pura mengukur denyut nadi di tangannya, sambil dia terus memandangi aku berharap akan jawaban yang dapat menenangkan hatinya.
āhmmmā¦agak buruk iniā aku berpura-pura memperburuk kekhawtirannyaā¦
āPak kita masuk ke rumah dulu deh, jangan berdiri di tengah jalan beginiā¦ga enak diliatin orang..ā āwkakakaka malaikat surga pasti sedang tersenyum kepadaku, tanpa susah payah aku dapat masuk ke rumah gadis iniā
akupun berjalan mengikutinya melewati gerbang lalu garasi rumahnya, berjalan menaiki tangga kecil menuju pintu ruang tamu rumahnya. Aku bertanya āmba rumahnya besar ya, tapi koq ga ada orangnya nih?ā. āmba lagi pulang kampung, belum balik dari minggu laluā, ākalau papi mami lagi pergi sama adik aku ke malā
āHahahaā¦kesempatan indah, di rumah sendiri dengan gadis cantik. malang nian hidupmu nak siap-siap kunikmati tubuhmu yang indah ituā
aku dipersilahkan duduk di sofa, lalu dia melanjutkan bertanya ājadi gimana pak,sebenarnya aku sakit apa, pasti ada obatnya kan?ā matanya berkaca-kaca ketika menanyakan hal itu
ābentar ya mbaā¦ā aku bergerak mendekatinya, lalu menaruh tanganku di atas perutnya. āApa-apaan ini, jangan macem-macem yaā¦!ā
ātenang mba, aku hanya mau mengecek keadaan rahim mbaā, ā kalau mba tidak percaya ya sudah, kalau begitu saya keluar saja, tapi hati-hati dengan penyakit itu ya mbaā aku menjawab sambil menakuti-nakuti dia.
ābaik-baik pak, tolong bantu sayaā ātapi tolong hargai kepercayaan saya dan jangan berbuat macam-macamāā¦
āBaikā aku menjawab sekenanyaā¦kembali aku menaruh tanganku di perutnya, perutnya rata tanpa ada lemak sama sekali sempurna sekali gadis ini..cantik, sexy dan terutama polos alias bodoh hahaha
āmba sori saya mau tanya, mba masih perawankah?ā āouww ya sori saya Crusadā¦sori maksudnya Parjo, mba namanya siapa?mba umur berapaā
Dia tercekat dengan pertanyaanku āAku fanny pak, taun ini 18 tahunā¦maaf tapi apa hubungannya perawan atau tidak?ā
ākarena kalau masih perawan akan lebih mudah mba Fanny untuk menyembuhkannyaā¦ā iya menyembuhkan nafsu aku yang sedang terbakar ini maksudnya wkakakaā¦
āOuww syukurlah, ia saya masih perawan pakā¦ā jawab Fanny dengan hati yang lega. Dan aku merasakan aku mendapatkan tambang emas, gadis cantik perawan lagi wkakakaa.
pelan-pelan aku menekan-nekan perutnya dia meringis-ringis karena memang wanita ketika sedang menstruasi pasti akan merasakan kurang nyaman di rahimnya, apalagi jika ditekan-tekan, setelah itu aku menyelipkan tanganku kedalam bajunya aku mengusap-usap perut itu secara langsungā¦aku tau wanita paling suka jika ada benda hangat diusap-usapkan ke perutnya ketika sedang mens, Fanny terpejam menikmati tanganku mengusap-usap perutnya.
āSakitnya agak hilang kan mba Fanny?ā tanya akuā¦āIa pak, bapak hebat ihh..ā
aku masih terus mengusap-usap perutnya, aku mengusapnya dengan tangan kananku tangan kiriku mulai kuberanikan mulai mengusap-usap perutnya juga. tapi sebenarnya bukan itu sebenarnya tujuanku, pelan-pelan tangan kiriku bergerilya merangkak naik keatas menuju gundukan di dadanya.tampaknya Fanny tidak menyadari bahwa tangan kiriku sudah pelan-pelan naik menuju bra yang ia pakai⦠pelan-pelan aku mengusap gundukan dadanya yang masih tertutup BH itu, Fanny masih menikmati pijatan tanganku di perutnya dan sepertinya dia sama sekali tidak menyadari bahwa payudaranya sedang aku cabuli meskipun aku hanya cabuli melalui BH yang ia pakai tetapi seharusnya dia merasakan ada tangan asing sedang memainkan bongkahan daging kenyal di dadanya itu. Sungguh cantik sekali memang gadis ini cantik dan seksi, walaupun hanya melalui BHānya kekenyalan dadanya sudah dapat aku rasakan. Buah dadanya tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil, ukurannya pas di gengaman tanganku, memang BHānya agak terasa tebal spertnya dia menambahkan busa pelapis untuk terlihat semakin memperbesar payudaranya.
Sayang sekali kali ini payudara ini dijamah oleh aku, tukang sampah kompleks yang telah dirasuki setan jaman dulu.
cukup lama aku memainkan payudara Fanny, tetapi dia tetap tidak bereaksi apa-apa sepertinya dia memang merasakan kram perut yang cukup menyakitkan ketika mens jika tidak mana mungkin dia menikmati tangan tua ini mengusap-usap perutnya dan tidak menyadari bahwa sedari tadi aku telah mencabuli payudaranya ini.
Lama kelamaan aku semakin gerah dan bosan hanya begini saja menyentuh payudaranya hanya melalui BHānyaā¦
aku ingin melakukan lebihā¦
aku ingin mengusap gundukan di dadanya itu secara langsungā¦
aku ingin memegang payudaranya dan merasakan puting payudaranya di tanganku, aku ingin merasakan puting payudaranya di mulutkuā¦
pelan-pelan aku mencoba menyusupkan jariku melalui celah atas braānya untuk mencari ujung puting payudaranya, memang bra yang ia pakai adalah tipe 3/4 cup sehingga bagian atasnya cukup terbuka untuk aku dapat menyelipkan jariku kedalam payudaranyaā¦pelan-pelan jariku bergeser dari payudara yang masih tertutup BH ke payudaranya yang tidak tertutup payudara, kupegang tipis payudaranya ituā¦
Halus sekali kulit anak ini, walaupun hanya seujung jari tapi aku tau Fanny memiliki payudara yang sangat empuk dan halus..
aku menggeser kembali jariku, masuk kedalam BH yang ia pakaiā¦mencari-cari ujung puting payudaranya
Surga dunia hampir saja kugapaiā¦
Fanny tersadar dengan perbuatanku dan langsung mendorong diriku sambil berteriak āBapak JAHAATTā¦.Pergiiiā
Dengan sigap langsung kubekap mulutnyaā¦
āemmmmhhhhhhhā¦.!ā Fanny berusaha berteriak sekencang-kencangnya
dia menendang-nendangkan kaki dan memukulkan tangannya ke arah ku, tapi aku mendekap sekuat tenaga sehingga pukulannya dan tendangannya tidak begitu terasa sakit, lagipula nafsu ini sudah di ubun-ubun untuk dapat merasakan gadis cantik ini.
āMhmhhhā¦.!ā
āmmmmmmmhyhhhhhā¦!ā
ābbubbbbaaaaaā¦.!ā ternyata gadis ini tidak lelah memberontak. āhehehe ssttt⦠jangan melawan terus cantik, cup cup nanti kamu ga cantik lagi lowhā kataku, sambil aku mengusap matanya yang mengeluarkan air mata.
sambil terus aku bekap mulutnya dengan tangan kiri, aku perhatikan gadis ini sungguh cantik parasnya⦠aku belai lembut rambutnya, aku rapikan poni rambutnya, āmemang cantik kamu fanny, mimpi apa aku semalam sekarang bisa melihat kamu dan menyentuh kamu seperti iniā dia hanya terdiam sambil terus memperhatikan aku dengan tajam⦠Dia mulai sadar bahwa tidak ada gunanya melawan, karena kebodohan dia sendiri sekarang dia terjebak di keadaan ini.
Melihat keadaanya sekarang aku mulai berani untuk membelai pipi dan tengkuknya, dia tetap tidak melawan tetapi aku dapat melihat bahwa dari matanya terlihat dia masih belum sepenuhnya menyerah. Aku belai tipis tengkuk dan belakang telinganya, dan beberapa kali aku melihat dia memejamkan mata, sepertinya Fanny juga mulai merasakan kegelian dan nikmat ketika ku belai dengan lembut.
āFanny cantikā¦enak kan, tenang sayang aku tidak akan menyakiti kamu⦠Nikmati sajalah ya?ā Fanny hanya sejenak membuka mata lalu memejamkan matanya kembali
āhehehe mudah sekali makhluk cantik ini untuk di buat menyerah, sepertinya dia tidak pernah sedikitpun memiliki pengalaman seksual sama sekaliā¦dasar bocah, beruntung sekali akuā
aku mulai mengendurkan tanganku di mulutnya dan tangan ku pun kucoba untuk mencoba menjamah kembali susunya yang sedang ranum-ranumnya ituā¦pelan-pelan aku memasukan menurunkan tali tanktopnya agar aku dapat melihat dengan jelas buah dadanya itu
āBuuukkkkk..!ā aku merasakan ngilu yang menusuk di perutku, melihat aku telah sedikit menjauh dia menghantamkan lututnya ke perutku⦠belum sempat aku bereaksiā¦
āDuaaaakkkā¦!ā kepalaku dihantam dengan menggunakan remote TV yang memang dari tadi ada di sofa ini.
āSiallā¦ā Geramkuā¦ternyata dia dari tadi sudah merencakan hal ini untuk dapat lari menyelamatkan diri. Fanny langsung lari ketika melihatku mengaduh menahan sakit di perut dan di kepalaku
tapi untung dia hanya menendang perut ini, mungkin sebenarnya dia mengarahkan ke kontolku tapi tidak tepat sasaran⦠Sedetik kemudian aku berdiri mengejar dia.
Fanny berlari menuju pintu ke garasi dia tertahan karena pintu itu tidak dapat terbuka, dia lupa bahwa grendel pintu itu terpasang sehingga pintu itu tidak dapat terbuka, aku langsung berlari dan menarik rambutnya dari belakangā¦
Kubekap dia dari belakangā¦dan kubisiki
āhehe kau ingin main kasar rupanya, untung tadi grendel pintu ini sudah aku grendel pada saat kau tidak lihatā geramku di kupingnyaā¦
āgadis cantik sebentar lagi akan kubuat dada iniā kuremas kasar dadanya, Fanny menangis sesengukan dalam bekapankuā¦
āDan memek ini akan kujadikan miliku dan kubuat lebih berdarah-darah lagi dibanding sekarangā¦!ā aku membelai pahaānya lalu menyingkap-kan roknya lalu kutaruh tanganku di pangkal selangkangnya..
ādarah mens dan darah P E R A W A N mu F A N N Yā¦..!ā ku katakan dengan pelan dan pasti masing-masing kata itu agar merasuk kedalam hati dan pikirannya, kuremas pelan memeknya dari luar celana dalamnyaā¦
āHAHAHAHAHAHAā¦..hahahahahahaā
mukanya pucat dan tubuhnya bergetar setelah mendengar semua kata-kataku itu, kurasakan kakinya goyah sehingga aku harus menahan badannya agar tidak terjatuh. Tanganku yang berada di selangkannya terasa basah dan hangat, makin lama makin terasa basahā¦
āhahaha dia ketakutan sampai terkencing-kencingā pikirkuā¦
āFanny jangan pipisin tangan bapak dong cantik, pipisin kontol bapak aja ya sebentar lagiā¦..hahahahahaā tertawa aku tergelak selesai berkata itu.
āMMMMMMmmmmuuauaaahhhhhā Fanny berteriak kencang tapi percuma karena kubekap mulutnyaā¦dia berontak tapi lemah tak bertenaga.
kulepas bekapanku di mulutnya Fanny hanya terdiam menangis sesengukan⦠Aku hentikan remasan di memeknya, aku tanya dia āCantik kamar orang tua kamu yang mana??ā
Dia langsung menjawab āDi atas pak, di sana ada banyak perhiasan pintunya tidak dikunci⦠di atas pak, tolong jangan apa-apa kan saya, apalagi saya sedang datang bulan pak, tolong lepaskan sayaā Fanny mengiba sepenuh hati, menegosiasikan kesucian dirinya dengan perhiasan orang tuanya.
āBaikā¦coba tunjukan ke bapak kamarnya dimanaā aku berpura-pura mengiyakan permohonannya untuk tidak jadi memperkosa dia.
ā Janji pak jangan perkosa saya, saya masih perawan pak masa depan saya masih panjang dan saya juga sedang datang bulan pak bisa menimbulkan penyakit kalau kena darah kotor pakā Fanny berusaha menguruāi setan macam aku, āmana mungkin kulepaskan mahkluk cantik ini, apalagi dia sedang datang bulan ini yang membuatāku lebih bernafsu lagi untuk segera mencicipi memeknya yang sedang berdarah ituā pikirku sambil berusaha menahan tawa agar ia mau menunjukkan kamar orang tuanyaā¦
pelan-pelan Fanny berdiri berjalan di depan ku, melewati ruang tamu dan menuju tangga besar ke lantai dua rumahnya⦠Di dekat tangga terlihat foto besar yang digantung di dinding, bersama beberapa pigura-pigura untuk foto yang lebih kecil tergantung di bawahnya. Di foto yang paling besar terlihat Orang tua dan dua anak perempuan yang masih kecil, sepertinya itu dibuat ketika fanny masih kecil. Tapi yang paling menarik perhatiankku adalah sebuah foto di barisan paling ujung tetapi terlihat paling baru karena karena Fanny terlihat sudah seperti yang aku lihat sekarang. Aku tertarik dengan sesosok wanita yang berdiri di sebelah Fanny di dalam foto tersebut, aku bertanya āFanny siapa itu duduk disebelah boneka sama kamu??āā¦
āouw itu Caroline adik kuā Jawab diaā¦
hehehehe sepertinya aku akan lama di tubuh bapak tua ini, ternyata mahkluk cantik ini memiliki adik yang tidak kalah cantiknya. Kalau aku tebak adiknya mungkin masih SMP atau SMA jika dilihat dari postur badannya, tetapi kecantikannya sudah terlihat, hampir secantik Fanny tetapi terlihat lebih muda dan kecil.
Kupertahankan mimik muka ini agar fanny tidak curiga kalau aku juga ingin memperkosa adiknyaā¦
Aku ikuti terus fanny sampai ke lantai dua, dia menunjuk sebuah kamar di ujung lantai tersebut dekat dengan balkon yang mengarah ke jalanan. āAyo jalan, bukakan pintunya kamu harus ikut masukā¦bapak tidak mau lagi dibohongi kamu dan kamu lari lagiā āTenang bapak tidak akan menyakiti kamu asalkan benar di dalam sana ada yang berhargaāā¦
āBenar pak, dikamar papi mami ada perhiasan dan uangā¦ambil saja semau bapak asal jangan sakiti sayaā fanny berusaha meyakinkan aku kembali
āMakanya ayukk jalan cantik, jangan memperlama waktuā¦ā aku berkata lembut agar ia percaya dengan muslihatku, āakan kuperkosa kau di kamar orang tuamu cantikā¦!ā Hatiku berdegup memikirkan apa yang akan kuperbuat di kamar itu
sesampai di depan kamar itu, Fanny pelan-pelan membuka pintu dan berjalan masuk kedalamā¦aku mencari saklar lampu dan menyalakannya.
āClickkā¦ā terang lampu menyinari kamar itu, ada sebuah ranjang besar di tengah kamar itu dengan seprainya yang berwarna putih dan tumpukan bantal-bantal yang terlihat sangat empuk untuk ditiduriā¦kamar ini terlihat sangat mewah dengan ukir-ukiran di langit-langitnya dan di perabotan yang ada di kamar tersebut.
Fanny berjalan mendekati sebuah lemari yang ada di pojok ruangan tersebut, dia perlahan membuka lemari tersebut dan mencari-cari sesuatu di dalamnya. Sejenak kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak kayu dari lemari tersebut, ketika dia berbalik badan ke arahkuā¦.
āCekleekkā¦ā bunyi kunci pintu yang aku putar untuk mengunci pintu tersebutā¦
Muka Fanny langsung memucat dan ia jatuh lemas bersandar di lemari itu, kotak kayu yang berisi perhiasan itu pun jatuh ke lantaiā¦
Aku tersenyum dan berjalan mendekati diaā¦āyukk cantik kamar ini sempurna untuk acara perkawinan kitaā
āTidaaaaakkkkkā¦ā¦ā Fanny berteriak kencang
aku menarik tangannya dengan kencang sampai ia terlonjak ke arahku, aku peluk diaā¦Dia menangis lagi tersedu-sedu menyadari nasibnya
Aku mengangkat badannya yang cukup mungil itu ke tempat tidur ayah dan ibunya ini, kuletakan pelan di atas seprai halusnya..
Fanny langsung mundur ke arah pinggir tempat tidur.
ājangan pak, aku masih perawanā¦ā āaku sedang mens, aku sedang kotor bisa menyebakan penyaā¦. Plaakkkkā¦!
āPpplaaaakkkā¦ā belum selesai ia berkata-kata aku tampar pipinya.
āArrrgghhhhā¦ā aku pegang dan tekan keras rahangnya dengan satu tangan sampai mulutnya membentuk huruf Oā¦
āDengar cantik aku tidak peduli kalau kamu masih perawan atau bahkan sedang datang bulan, ketahui lah bahwa bapak bahkan lebih suka kalau kamu sedang mensā ā Jadi siapkan dirimu, belajarlah untuk menikmati hal iniā bentakku dengan kasarā¦
kupaksakan badannya untuk merebah, agar lebih mudah aku menjamah badannyaā¦āayook nikmati saja cantik, jangan melawan atau bapak akan lebih kasar lagi sama kamuā¦ā ancamku
tapi dia tetap saja meronta dan berusaha memukulku, akhirnya aku mengambil bantal yang ada di sebelah kepalanya dan kulepaskan sarung bantalnyaā¦
akupun membekap mulut Fanny dengan sarung bantal orang tuanya, dan serta merta membungkam mulut mungil dara belia cantik ini.
āMmmpphh..!ā, hanya suara itu yang terdengar di balik rontaannya melawan niat busuk bapak- bapak tukang sampah yang telah kurasuki ini, namun apalah dayanya karena sebentar saja
mulutnya telah tersumpal akupun kini menelikung kedua belah tangan si Fanny ke belakang punggungnya dan mengikatnya dengan sarung bantal lainnya yang Sekejap saja Fanny itu telah kubuat berdaya oleh mereka dan hanya menyisakan suara-suara yang tak jelas maknanya dibalik gumpalan kain yang memenuhi rongga mulutnya.
āmakanya bapak kan sudah bilang, lebih baik kamu nikmati saja terpaksa deh kamu menikmati kontol bapak ini dengan cara seperti ini heheheheā¦.ā tertawaku menyeringai⦠dapat kulihat matanya seakan tak percaya akan apa yang menimpa dirinya hari ini.
āHahaha.. beruntung sekali dapat gadis perawan sedang mens pula..ā, seringai aku memandangi korbanku yang sudah tidak berdaya ini.
kuangkat kedua belah kaki gadis itu yang masih memakai sendal rumahan ia masih berusaha menendang-nendang kakinya, tetapi kutangkap dan kuciumi kaki-kaki indah miliknya sambil kuciumi aku mencuri pandang memperhatikan Fanny itu terkangkang di atas ranjang orang tuanya sendiri. tidak berdaya dan sangat amat menggoda kejantanan yang melihatnya, dia memakai celana dalam khas abg berwarna hijau muda, dengan renda-renda kecil di sampingnya..
tetapi yang paling menarik perhatianku, adalah benda yang berada di menempel dibalik celana dalamnya, benda tersebut berwarna putih dan sebagian benda tersebut menempel di bagian luar celana dalam Fanny, ya itu adalah pembalutnya⦠ternyata benar kalau dia sedang mens.
pelan-pelan kudekatkan tanganku untuk mengusap bagian dalam pahanya yang mulus ini, Fanny terlihat pasrah dia pasti sudah merasa percuma untuk melawan. Makin lama makin kugeser tanganku tepat dia atas memeknya yang masih tertutup oleh celana dalam dan softexnya.
Fanny langsung membanting-bantingkan kepalanya ke kiri dan ke kanan serta berharap untuk bisa lepas dari keadaannya yang telah terikat erat kedua tangannya ke belakang punggungnya itu.
Dari jari kakinya yang sedang kuciumi itu aku melihat derai air mata gadis itu mulai menetes membasahi kedua pipinya yang putih mulus membuyarkan dandanan tipis di wajahnya yang manis di pandang itu. semakin sibuk kuelus-elus paha dan memek Gadis cantik ini yang masih Celdam dan Softexnya dan aku sangat menikmati setiap sentuhan jarinya pada permukaan kulit paha sang dara cantik ini, sesekali kumasukan jariku ke dalam celah antara vagina dan softexnya,kurasakan jariku terasa basah dan hangat walaupun belum kumasukan jariku ini ke liang kenikmatannya, mungkin ini karena darah dia sedang mens dan dari air pipisnya ketika dia ketakutan tadi. Fanny hanya dapat terus terisak tertahan tangisnya oleh kain di mulutnya, leluasa sekali aku mencabuli korbanku iniā¦
sesekali juga aku sengaja mengarahkan jariku agak sedikit mengarah ke bgian atas vaginanya, aku berusaha menstimulasi clitorisnya dengan jari bapak tua iniā¦beberapa kali tidak kutemukan clitorisnya, belahan vagina Fanny sangat kecilā¦yang kurasakan dari luar hanya lipatan daging kecil yang menutupi lubang kenikmatannya, akhirnya harus ku kangkangkan kakina dengan paksa agar dapat lebih terbuka lagi memeknya yang perawan itu.
sekarang baru kurasakan daging kecil yang sering disebut itil itu ketika kugesek-gesekan jari ini, Fanny terlihat terkejut dan bergelinjak dan terlonjak badannya setiap kali jari ini bergerak pelan menyentuh ujung kulit klitorisnya. Memang dara ini masih perawan, terlihat sekali bahwa ia tidak pernah merasakan bahwa vaginanya dapat memberikan rasa seperti ini.
Ia menutup matanya erat-erat dan nafasnya makin terengah-engah karena sedang dilanda rasa kenikmatan di alat kelaminnya, makin lama makin basah vaginanya⦠kuhentikan gerakan jariku dan kutarik pelan-pelan jari-jari yang kuselipkan di softexnya itu,setengah jariku terlihat memerah karena darah mensānya yang menempel tetapi ini terlalu cair untuk darah mens, aku sangat mengetahui darah mens itu seperti apa. Sepertinya ini bukan hanya darah tapi juga darah lubrikasi dari vaginanya karena terangsangā¦
āCantikkā¦.lihat nihā kuangkat jariku ke dekat mukanya⦠awalnya dia tidak mau membuka matanya dan membuang muka, tetapi aku memaksa dan menjambak rambutnya sampai kepalanya makin mendekat ke jariku yang berlumuran darah dan cairan kewanitaannya itu.
āahhhā¦mmmmmbbbbbā teriak fanny ketika kujambak paksa.
āHeii..lonte kecil lihat jari iniā¦!ā bentakkuā¦fanny dengan terpaksa membuka membuka melihat jariku⦠ia mengerenyitkan dahinya, dan berusaha menjauh ketika melihat jariku yang berlumuran darah itu, tapi kutahan dan kutarik kepalanya sehingga ia tidak dapat menghindar.
ālihat ini cantik, bapak mau sembuhin sakit mens kamuā¦tapi pas bapak coba cek darah mens kamu ternyata kebiasaan ngelonte kamu keluarā
ānih lihatā¦!ā ku makin mendekatkan jariku
ādarah mens tuh ga secair iniā¦! dasar lonteā¦! baru bapak colek sedikit saja sudah kegatelan memek kamu, lihat darah mens kamu sampai menetes-netes basah seperti ini karena kamu kegatelanā kubiarkan darah mensānya itu jatuh ke seprai ranjang orang tuanya yang berwarna putih.
āsemoga saja nanti kontol bapak bisa memuaskan nafsu lonte kamu Fanny hahahaā¦ā aku menghina dan merendahkannya dengan kata-kata ku, dengan tujuan untuk menghancurkan mentalnya. Fanny terisak terus menerus matanya sudah sembab, tapi masih terlihat cantik.
Kuhentikan aksiku sejenak, aku berdiri mencari kain untuk dapat membersihkan tanganku sambil membiarkan dia untuk beristirahat sejenak.
kubuka lemari pakaian yang ada di pojok kamar ini,ternyata ini lemari ibunya karena di dalamnya adalah kebanyakan pakaian wanitaā¦aku peperkan jariku yang berlumuran darah ini di salah satu pakaian ibunya sambil ku angkat dan kutunjukan ke dia dengan berkata āCanttikk jorok ihh kamu darah mensānya masa tembus ke seprai ranjang orang tuamu sih hahahaaha⦠masa ga mampu beli softex sih huahahahaā aku menggodanya terusā¦kukembalikan baju ibunya dan aku mencari bungkusan softex untuk ku tunjukan ke fanny, kutemukan di bagian dalam lemari tersebut bersama dengan celana dalam ibunya.
Merkānya kalau tidak salah sama seperti yang tadi aku lihat di tempat sampah, mungkin merk dan jenis softex ini memang kesukaan wanita di keluarga ini.
Ketika kutarik keluar ada beberapa bungkus pembalut terjatuh dari bungkusan di dalamnya, tetapi ada benda kecil juga yang ikut terjatuh dan sepertinya bukan pembalutā¦
aku menyeringai melihat benda tersebut, ternyata ibunya memiliki vibratorā¦
āhahaha pantas kamu jadi lonte seperti ini,ternyata ibumu juga seorang lonte rupanya, lihat iniā¦!ā kuangkat benda pink tersebut menunjukkan ke Fanny ākelonteannya ibu tidak dapat dipuaskan bapakmu sampai harus membeli alat ini..!ā ejek aku, yang membuat kuping fanny panas mendengarnyaā¦
Fanny terlihat kebingungan dengan vibrator merah muda yang kupegang, dia pasti belum mengetahui apa kegunaan alat ini.
āhehehe tenang cantik nanti bapak akan tunjukan cara memakai alat iniā¦.ā āmau ini atau softex nihā aku mengangkat vibrator di tangan kiri dan sebuah pembalut di tangan kanan.
āmending ini aja ya lebih enak nanti hahaha, jauh lebih enak daripada softex yang cuma bisa menyerap darah mens kamu hahahaā tak kutunggu jawabannya, dan kulempar pembalut itu ke lantai, dan kutaruh vibrator itu meja kecil di sebelah ranjang ayah ibunya nanti mungkin kugunakan dalam permainan cabul iniā¦
Sungguh sangat sepi rumah ini para orang tuanya pasti sedang sibuk mencari uang untuk anak-anaknya dan disini aku sehabis mempermainkan kemaluan anak gadis mereka dan sebentar lagi akan kuperawani anak gadis mereka ini di ranjang mereka sendiri. āhahaha bajingan sekali akuā¦ā tertawa aku memuji kebajinganan diriku ini.
Aku beralih ke bgian dada gadis cantik ini,kuturunkan tali tanktop merah mudanya, kugeser pelanā¦.
tanktop itupun mulai melonggar mempertunjukkan apa yang daritadi ditutupinya, halus sekali kulit fanny kurasakan tidak sengaja kurasakan dan kusentuh kulitnyaā¦Fanny pun bergidik ketika kusentuh kulit dadanya itu.
Fanny berusaha menghindar dengan mengerak-gerakan badannya, tapi percuma karena gerakannya lemah dan tanganku pun sudah kuat mencengkram tank-top dan badan yang mungil ini.
Kuturunkan tanktop merah mudanya sampai terlihat Bra biru muda bergaris-garis dan bergambar kartun menutupi buah dadanya yang ranum itu, terlihat cocok sekali warna braānya itu dengan warna kulitnya yang putih merona khas ABG. Badannya sexy seperti wanita cabe-cabean tapi sekaligus memancara aura keanggunan layaknya putri,
āsungguh indah sekali makluk mu ini ya Tuhanā gumamku terpesona melihat kemolekan tubuh fanny.
Braānya kalau kutebak mungkin ukurannya 34B walaupun sepertinya masih agak besar sehingga seiring dengan gerakan napasnya yang setiap kali paru-parunya mengempis untuk membuang udara tercipta celah kecil antara daging buah dadanya dan penutup buah dadanya itu, sungguh pemandangan yang sangat mempesonaā¦Fanny memejamkan mata, tidak tahan melihat tatapan mataku yang buas memandangi dan memperkosa secara visual tubuhnya yang mungil, ranum dan masih suci belum terjamah ini.
tidak sabar ingin kujamah buah dadanya ,dengan kasar langsung kutarik cup BH sebelah kanannya keatas hingga ia mengaduh di balik kain yang menyumpal mulutnyaā¦
āNgghhhhhā¦.ā
āawitt..awitt..ellan..llannā¦saaattāā¦sepertinya fanny berkata agar aku pelan-pelan karena buah dadanya terasa sakit ketika BHānya kutarik keatas dengan kasar tadi.
Payudaranya yang begitu indah bentuknya membulat mancung menantang gravitasi, padat dan berisi berikut puting susunya yang berwarna merah muda sebagaimana layaknya seorang perawan pada umumnya. Aku yang telah mencicipi banyak wanita sebelumnya harus mengakui kehalusan kulit dada gadis ini yang begitu tiada cacat cela sama sekali terpampang di hadapan seorang tukang sampah. Daging dadanya saat tersentuh oleh jari-jari tua ini begitu kenyal dan akupun tak tahan untuk itu mulai memilin-milin puting payudaranya yang mungkin selama ini belum pernah tersentuh oleh lelaki, namun kini aku dengan leluasanya mempermainkan bagian sensitif dan terlarang dari dara ini.
Seketika kelelakianku makin terangsang dan bangkit merasakan nikmatnya memelintir-lintir puting susu dari seorang gadis cantik seperti fanny ini, apalagi gadis ini begitu sempurna dimataku laksana seorang putri khayangan
belum puas kupilin-pilin puting susunya dan kuremas buah dada sebelah kanannya itu, aku pun langsung menarik keatas dengan sekuat tenaga cup Braānya yang masih menutupi buah dadanya yang kiri.
āAhhhhā¦.ahhhā erang fanny kembali, merasakan aku menarik cup bhānya dengan paksa dan menyakiti buah dadanya yang masih belum pernah dijamah itu.
terpampanglah di depanku payudara gadis cantik ini, baik kiri dan kanan sama-sama mengairahkan mata dan kelakianku⦠makin sempit rasanya celana ini, melihat gadis cantik ini tidur dengan kaki setengah mengangkang mempertontonkan celana dalamnya yang masih menutupi liang kenikmatannya dan braānya yang sudah terangkat dari bagian tubuh yang seharusnya ditutupinya sehingga jelas terpampang buah dada kegadisannya.
Fanny tetap tidak mau memandang aku, di hatinya mungkin merasa malu dan takut.. malu bahwa bagian dirinya yang paling ditutupinya dari tatapan dunia ini sekarang sedang dinikmati oleh seorang bapak tukang sampah, bagian intim yang di idam-idamkan oleh semua laki-laki yang kenal dan melihat dirinya sekarang aku yang pertama yang melihat semuannya dan menjamahnya aku yang bahkan bukan kekasih atau temannya, dan sekaligus juga dipenuhi rasa takut yang mencekam karena dia mengetahui bahwa ini semua hanya masih sebuah permulaan dari sesuatu yang lebih lagi. ācantikā¦malang sekali nasib kamu, tubuh cantik ini ternyata dinikmati oleh tukang sampah seperti aku hahahaā ejek aku membuat fanny bergidik ketakutan dan makin menangis sesengukan tertahan oleh sumpalan kain di mulutnyaā¦
Sedikit iba aku melihat fanny, sudah dicabuli (dan akan segera diperkosa hahaha)⦠tapi masih terikat tangannya dan mulutnya, ada baiknya kuberikan dia sedikit keringanan. āFanny, karena kamu begitu cantik, bapak akan bantu kamuā¦ā mata fanny langsung terlihat gembira, masih saja gadis polos ini berharapan bahwa aku akan melepaskan dia hahahahaā¦āgadis bodohāgumamkuā¦
pertama kulepaskan sumpalan ikatan kain di mulutnya, lalu kulepaskan ikatan kain di tangannya yang daritadi terikat di belakang punggungnya.
tapi
bukan berarti aku akan melepaskannya, aku hanya menggeser tangannya keatas kepalanya dan kuikat kembali kedua tangannya.
āBapak tidak akan menyia-nyiakan tubuhmu cantiiikā¦ā kataku sambil menyeringaiā¦
āFanny ga mauuuā¦..hukk..hukkā¦lepasin fannyā¦ā ājangan perkosa sayaā¦ā āampunin fannyā¦lepasinnā
tangis dirinya yang sudah tidak tersumpal oleh kain, aku hanya terus menyeringai melihatnya..
ātolonggggg..huk huk.. tollā¦onggg!āteriaknya, suaranya sudah serak mungkin karena daritadi menangis dan menjerit..
āPercuma cantik, bapak kenal komplek perumahan iniā¦siang hari seperti ini tidak akan ada yang akan mendengar teriakan kamuā
āBapak tau tetangga sebelah kiri rumah kamu ini sudah lama dibiarkan kosong ditinggalkan pemiliknya, dan di sebelah kanan rumah kamu ini penghuninya baru akan kembali di sore menjelang malam nanti, jadi percuma saja kamu melawan dan berteriakā¦lebih baik kamu belajar menikmati saja proses kamu menjadi seorang wanita dewasa hahahahaā
āAku ga mauā¦.ā ā aku ga mauā¦ā ājangan perkosa saya pakā¦ā Fanny berkata-kata terus menolak nasib yang akan menimpanya..
āahhhā¦.ā āsakkitttā¦ahhhhā fanny terlonjak, ketika aku tiba-tiba meremas buah dadanya ituā¦sudah tidak sabar diriku untuk menikmati kembali tubuhnya ini.
buah dada gadis ini terasa sangat padat berisi tapi masih terasa kenyal ketika kuremas, kulitnya halus dan putih sekali shingga aku dapat melihat pembuluh darah yang berada di bawah lapisan kulitnya payudaranya ditambah dengan putingnya yang kemerahmudaan memuncaki buah dadanya seraya berdiri tegak di atas gunungan buah dadanya melawan gravitasi. walaupun buah dadanya ini relatif tidak terlalu besar tetapi amat sangat menggoda mata dan iman laki-laki yang melihatnya⦠sungguh sempurna gadis ini.āSakitttā¦hukk huhu hukk hukā¦ā Fanny terus menangis sesengukan dan terus mengaduh kesakitan, aku bingung karena remasan ku ini tidak terlalu keras sampai dia bisa kesakitan.
āpelannā¦pelannnā¦sakitttā¦!ā kaget aku mendengar fanny memerintahkan aku untuk lebih pelan dalam meremas payudaranya, sepertinya dia sudah pasrah akan nasibnya sekarang.
ākenapa cantikā¦bapak kan tidak terlalu keras mainin tetek kamuā tanya aku sambil tetap membiasakan dia mendengar kata-kata cabul..
āpayudara aku sakitttā¦ā lirih fanny, sambil membasuh air mata yang berlinang di matanya⦠āsakit opoo toh cantik?ā
āAku ga tau pakā¦biasa sebelum dan ketika mens payudara aku rasanya bengkak dan sakit..ā āaku mungkin kanker payudara pakā¦makanya tolong jangan tambah penderitaan akuā jelas fanny
āHuahahahaā¦.āaku tertawa kencang mendengar penjelasan fanny. āFanny setiap wanita pasti merasakan teteknya ini terasa bengkak dan agak sakit kalau sedang mens, bukannya kamu punya kanker hahahahaā polos sekali gadis ini mengira dia kanker payudara..
āSini bapak buat kamu enakan ya cantikā¦tetek kamu seindah ini masak kamu bilang kanker hahahaā langsung aku berinisiatif mengulum lembut puting buah dadanya sebelah kiri, sambil tanganku yang satu lagi memilin lembut buah dadanya yang sebelah kanan.
kukulum puting payudara gadis yang sedang mekar-mekarnya ini membuat gairah kejantananku semakin bangkit di antara kepolosan dan penderitaan yang tengah dialami fanny yang terpaksa belajar menikmati dan membiarkan dirinya menjadi santapan birahi lelaki tua ini. Di tengah-tengah rakusannya mulut tua ini melahap payudara indah milik fanny, sepertinya fanny mulai merasakan sedikit kenikmatan
dibuktikan dengan absenānya suara mengaduh yang tadi terus dia keluarkan setiap kali aku menjamah gunung kembarnya ini. Kubasahi gunungan dadanya di sebelah kiri dengan air liurku dan kukombinasikan hisapan lembut dan terkadang kuat dengan tujuan kutengelamkan dirinya dalam nafsu cabul yang tidak mungkin ia mampu lawan. Tangan kiriku juga terus bergerilya menjarah kenikmatan payudaranya yang kanan, kuremas dengan lembut agar payudara yang sedang bengkak agar ini tidak semakin sakit dan tidak lupa kumainkan puting merah mudanya kugesek lembut dengan sentuhan ringan dan kadang kupercepat dengan keras gesekan itu untuk menstimulasi ujung syaraf di putingnya ini. Fanny hanya pasrah dengan tangan tetap terikat dan malahan sepertinya mulai merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakannya.
āemmhhhā¦sshhhh..hhmmmppā¦ā desahan fanny merdu mulai terdengar di tengah percabulan paksa ini, mengisi ruang kamar milik orang tuanya.
āslurrpp..cup..cupā¦slurrppā bunyi dari mulutku yang rakus menghisap hisap puting payudaranya..
āenak kan cantikā¦gimana tetekmu ini sudah tidak sakit lagi kan, malahan enak kan?ā tantangkuā¦
āenggā¦Gakkā¦!..ehmmm mmhhhā¦gaaaā¦ā
āmmhhhā¦.stoppā¦jan..gaanā¦berhentiiiiā¦payudara akuuuā¦mmhhh hahh hahh..ā
āahhhā¦hmmm..sshhhā¦mmmmhhh..ehhhā¦mmhhā
āsthhopppā¦shhhhoppā¦mmmhhā¦!ā ājhhangaaannn ehh..shhā¦heeenttii⦠payuā¦daraaahhā¦shhttopp..ahhh..ahhh..shhhā kugigit ringan agar ia tidak menceracau lagi,
tidak jelas apa yang ia minta di tengah nikmat dan keinginannya untuk menyudahi percabulan ini, yang jelas hatinya menolak keras tetapi tubuh dan otaknya sudah semakin tergoda dengan kenikmatan cabul ini.
Tubuh fanny itu kini menari-nari erotis di atas ranjang orang tuanya ini, sambil menahan desakan gairah yang makin mengisi tubuhnya
Terpampang di depan mataku tubuh indah gadis ini adalah dengan pakaian yang relatif masih lengkap tetapi sudah bergeser dari tempatnya, tanktopnya sekarang hnya tergulung di atas perutnya yang rata itu, braānya sudah bergeser ke atas dan sudah tidak lagi menutupi payudaranya, roknya juga sudah tersingkap sampai ke celana dalamnya hijaunya terlihat sepenuhnya⦠Semua pakaian yang ia tadi pakai untuk menghalangi pandangan nakal lelaki untuk melihat lebih jauh sekarang sudah tidak berada lagi di tempat yang semestinya.
Perlahan-lahan mulai kubangkitkan gairah gadis ini melalui zona erotis lainnya agar semakin siap sepenuhnya fanny melayani aku dalam persetubuhan ini. Aku menggeser tanganku yang daritadi memainkan payudaranya sekarang kugerakkan menuju perut gadis ini,perut yang rata dengan pusar yang menantang menghiasi lekuk liku perutnya yang begitu sensual, tidak berlama-lama ku bermain-main di perutnya tanganku langsung bergerak lagi menuju kakinya yang jenjang mempesona dihiasi gelang kaki terbuat dari emas yang melingkar di mata kaki kanannya, dengan liontin kerincing kecil sehingga terdengar gemerincing kecil setiap kakinya bergerak .Kuangkat kepalaku menghentikan cumbuanku di payudaranya, kuperhatikan leher jenjangnya begitu mulus menopang wajahnya yang begitu sedap dipandang mata dari sudut manapun juga dan pada lehernya juga dihiasi kalung emas dengan liontin berbentuk burung merpati melambangkan kesucian dara cantik ini.
Tangan kiriku kufokuskan untuk mengusap-usaph paha kaki gadis ini yang terkangkang di antara tubuhku ini, kembali aku beberapa kali kuarahkan ke pangkal pahanya untuk makin merangsang dirinya. Beberapa menit berlalu aku menggoda gadis cantik ini dalam nafsu erotisnya, aku pun semakin tidak tahan untuk dapat segera mencicipi kesuciannyaā¦
perlahan kubuka celana orange khas petugas sampah kupelorotkan celana dalamku sampai keluar batang pelir bapak tua ini, cukup besar juga ternyata batang pelir bapak tukang sampah ini, kalau kutaksir mungkin sepanjang 17cm dengan diameter sekitar 4cmāan, dan bentuknya agak bengkok keatas. Fanny tidak menyadari kalau batang bapak tua ini sudah terlepas dari kurungannya karena fanny masih terpejam mendesah erat dan melemparkan badannya ke kiri dan ke kanan menahan cumbuan mulutku di buah dadanya yang ranum, ia hanya membuka matanya sesekali lalu memejamkannya kembali mungkin ia masih malu dan takut melihat seorang bapak tua sedang mempermainkan tubuhnya.
Tanpa fanny tau kupegang batang pelir bapak tua ini dan kuarahkan ke lubang kenikmatannya yang masih tertutupi oleh celana dalam dan pembalut menstruasinyaā¦kutempelkan pelan-pelan dan kugesek perlahan dari luar celana dalamnya, fanny masih belum sadar kalau batang pelir ini telah merapat erat dengan lobang kewanitaanya. Mungkin karena dia sudah terangsang berat, mungkin juga karena pembalutnya yang cukup tebal sehingga dia tidak merasakan bahwa yang berada di dekat lobang kewanitaannya adalah batang pelir lelaki.
Pelan-pelan kugerakkan pinggul ini maju mundur seperti sedang berusaha mensetubuhinya walaupun gerak batang pelir ini masih terhadang oleh celana dalam dan softexnya, tapi aku yakin dengan gerakan sperti ini dia pasti dapat merasakan setiap sodokan-sodokan kontol ini. Mulai dari gerakan perlahan, lama kelamaan makin kupercepat berkejar-kejaran dengan desahannya yang makin menjadi
āahhhh..ahhhhā¦.ahhhhā¦ssshhhhā¦.mmmhhhhā¦aaaahhhā¦ā
Kunaikkan pahanya yang mulus itu dan kulingkarkan di pinggangku, persis seperti missionary position, kusodok dan kugesek liang itu dari luar. Gelang kakinya bergemerincing mengikuti gerakan nista ini, fanny terlihat menikmatinya walaupun ia sendiri mungkin tidak sadar benda apa yang sedang memberikan dia kenikmatan yang sangat ini, dia makin mendesah dan keringatan walaupun ini hanya baru sekedar petting dan ditambah lagi ini di sebuah kamar dengan AC yang menyala.
āmmhhhhā¦ā
āhhhhā¦hehhhehhā¦hheehhh..ā
āeehhhā¦ehhhā¦mmhhhā¦hhhhā¦hahhā¦mmmh..hhhā¦mmmm..ā desah fanny ditengah petting ini.
Lima belas menitan aku menggesek2 batang pelir ini dari luar celana dalamnya, muka fanny makin memerah dan nafasnya makin mendesah cepat suhu badannya pun kurasakan makin terasa hangat di gengamanku, peluh keringatnya bermunculan di dahi dan lehernya, berkilauan diterpa cahaya lampu membuat kulitnya makin indah dipandangā¦
āhmmmmā¦.ahhā¦ahhā¦shhhhā¦ahhhā¦ahhhā¦mmmmmmmmmā¦aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhā¦!ā
Fany setengah berteriak dan bergidik gemetar di bawah tubuhku, sepertinya dia mengalami orgasmenya yang pertamaā¦.
āaaaahhhhh..ahhā¦ahh..ah..shhhhhhhā
āmmmmhhhhhhhā¦.ā Desah fanny mengakhiri gelombang kenikmatan yang ia rasakan.
kudiamkan dirinya sejenak menikmati kenikmatan cabul yang baru pertama kali ini ia rasakan, nafasnya memburu dan buah dadanya bergerak naik turun dengan cepat mengikuti irama napasnya. Aku memakai kembali celanaku dan berdiri menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku yang berpeluh ini, saat dia beristirahat aku mengambil smartphone miliknya dan menyambungkannya ke alat charger lalu kunyalakan fitur video recording dan kuposisikan di atas sebuah lampu meja mengarah ke ranjang tempat fanny masih terkapar lelah tidak menyadari aku sedang berusaha menvideokan perkosaan ini.
Selesai bersiap-siap aku mendekati fanny, sepertinya masih lemas akibat pencapaian orgasme pertama dalam hidupnya aku pun mulai bergerak tanpa memberikannya waktu lebih untuk beristirahat untuk melanjutkan perkosaan ini,
āSekarang giliranmu memuaskanku ya cantikā¦ā kubuka perlahan celana dalamnya, baru kutarik sedikit celana dalamnya turun sekitar 4cm hampir mempertunjukkan apa yang paling ditutupinya dan dirahasiakannya selama ini.
tiba-tiba fanny langsung berteriak dan menutupi bgian intimnya tersebut dengan tangannya yang terikat āJangaaaaannā¦ā, fanny langsung berusaha menarik kembali celana dalamnya keatas.
Aku langsung marah besar, kutampar fanny dengan kerasā¦
āPlaaakkkā¦!ā
āDengar lonte kecil, jangan egois kamu⦠kamu sudah aku puaskan tapi masih sombong rupanyaā kataku memarahinyaā¦
āPokoknya ga mauā¦Arggghh⦠breetā¦ā belum selesai dia merengek langsung kutarik tanggannya yang terikat tersebut keatas, dan langsung kuikat tiang ranjang orang tuanya. āSeharusnya dari tadi bapak lakukan ini, dasar lonteee..!ā
dia masih berusaha mengatupkan kedua pahanya agar aku tidak dapat dengan mudah membuka celana dalamnya, tapi percuma karena sekuat apa gadis kecil dapat melawan tenaga seorang lelaki dewasa, aku buka pahanya itu dengan paksa dan ketika terbuka aku masukkan tubuhku di tengah-tengah jepitan pahanya dan maju perlahan menuju pangkal pahanya, dengan cara seperti ini pahanya tidak dapat lagi mengatup karena terhalang tubuhku. Kutarik celana dalamnya sampai ke paha, terpampanglah gundukan vaginaānya yang masih rapat itu dihiasi bulu kemaluan tipis di bagian atasnya tidak terlalu lebat sepertinya dia sering mencukur bulu kemaluannya, lebih kebawah lagi terlihat sebuah celah menyerupai garis vertikal tipis diantara daging menandakan betapa rapatnya kemaluan gadis cantik ini.
Di celana dalam hijaunya itu masih tertempel erat Ppembalutnya yang terlihat penuh menampung darah menstruasinya di bagian tengahnya sampai ke belakang pembalut panjang itu, yang memang didesain khusus untuk wanita yang darah mensānya sedang keluar banyak seperti di hari pertama dan kedua dari siklus bulanannya itu, aku tahu karena membaca sekilas di bungkusan pembalut yang tadi kutemukan. Tidak ada bau yang menusuk kucium hanya sedikit bau anyir dari darah mensnya walaupun banyaknya darah menstruasi yang tertampung di pembalutnya itu, menandakan bagusnya kualitas pembalutnya dan bersihnya kemaluan gadis ini sehingga tidak ada bakteri yang dapat menyebabkan darah kotor ini menjadi berbau.
Tiba-tiba ia berteriak kembali āsttttopppppā¦janggaann lihattt hukkk hukkkā fanny kembali menangis sesengukan sambil menendang-nendangkan kakinya berusaha mengusir tubuhku yang berada diantara tubuhnya ini.
āPercuma lonte cantik, lebih baik kau pasrahkan untuk bapak atau kalau tidakā¦ā kuangkat jariku menunjuk smartphone miliknya yang tadi kutaruh di pinggir ranjang ini, warna kelap-kelip merah di lampu indikator yang menunjukkan daritadi sedang merekam terpantul dengan jelas dari tembok yang ada di belakangnya.
Fanny pertamanya tidak menyadari, tapi langsung berteriak histeris ketika menyadari bahwa tubuhnya yang setengah bugil ini telah kurekam diam-diamā¦
āTidaaaaaaaaaaaakkkā¦.!ā
āMakanya pilihan kamu cantik, mau video ini beredar di kalangan supir dan satpam komplek ini ??ā tanyaku menakuti..
āPastinya mereka akan sangat senang melihat tubuh cantik ini sedang dientot, bukan tidak mungkin juga mereka suatu saat akan mencari kesempatan memperkosa kamu juga karena tergoda video iniā aku semakin melanjutkan ancamannku kalau fanny tidak mau menurut.
āBelum kalau orang tuamu sampai tahu anak gadisnya diperkosa di kamar mereka, di atas ranjang mereka ketika sedang datang bulan lagiā¦.. Kalau anak gadis bapak seperti itu bapak mah mending bapak bunuh diri daripada malu hahahahaā¦.ā Aku mengakhiri ancamanku dengan membawa orang tuanya.
ājangannnn hukk..huhu..hukkā¦ā tendangannya berhenti seketika menandakan keputusasaannya, hanya tersisa tangis yang sesengukan yang dapat ia lakukan.
āMakanya kamu yang nurut, nanti bapak ga akan tunjukin ke siapa-siapaā¦tapi akan bapak terus rekam supaya kamu terus nurut sama bapakā
Melihat fanny sudah putus asa akupun bergerak menaruh jariku di garis vertikal yang ternyata berbulu tipis itu, kutarik daging yang membentuk garis vertikal itu ke kiri dan ke kanan. Perlahan belahan bibir kemaluannya terkuak sedikit dan secara bersamaan pula aku dapat melihat isi didalam belahan keintiman gadis belia cantik ini yang begitu tiada cacat dan celanya, belahan bibir kemaluannya masih sempit memerah karena sedang datang bulan serta sudah agak lembab membasah karena orgasmenya tadi.
Untuk dapat melihat lebih jelas, kupelorotkan celana dalamnya dengan mengangkat sebelah kakinya untuk meloloskan celdamnya itu.Lalu kukangkangkan kakinya lebih lebar lagi, dibalik belahan bibir luar dari memek gadis itu yang terbuka mengangkang terdapat pula bibir dalamnya yang masih mengatup rapat dan hanya menyisakan lubang kecil yang lebih kecil daripada sebesar ujung jari kelingking, aku agak khawatir melihat hal ini karena sepertinya kontol butuh perjuangan besar untuk dapat memasuki liang itu, tapi keraguanku berubah menjadi semangat ketika aku melihat selaput dara tanda keperawanan fanny terpampang menjaga jalan masuk di sekitar lubang kecil tersebut. Segel kegadisan yang selama ini betapa telah dijaga dan begitu dirawatnya dengan sangat hati-hati sekali agar kelak dapat dipersembahkan kepada orang yang dicintainya. Kini terpaksa harus terpampang jelas di depan bapak tukang sampah tua yang sudah dirasuki ini.
āFanny, kamu udah pacaran belum??ā tanyaku menghentikan tangis sesengukannya. āhukk blum..hukk..ā
āPernah pacaran?ā lanjut aku bertanya
āDah putus huhuā¦ā Jawab fanny sekenannya..
āOoh dah putusā¦cowo kamu masa sih ga pernah tidurin kamu? padahal kamu macam lonte kegatelan begini?ā
āHukkk huhuhuā¦tlong jangan sebut saya lonte pakā fanny berusaha menghentikan kata-kata cabulku..āEhh kamu berani mau melawan, bapak sebar nih???ā ancamku..āIya ampun pakā
āCoba ngomong keras-keras⦠āAKU FANNY LONTE, PUNYA MEMEK DAN TETEK YANG KEGATELAN UNTUK DIENTOT, SAMPAI TUKANG SAMPAH SAJA AKU GODA WLAUPUN AKU LAGI MENSaā¦HIDUP FANNY LONTE ..HIDUP MEMEK GATELL!āā aku memerintahkannya berkata cabul..
āAku ga bisa huk hukk..plaaakkkā¦ā kutampar dia setelah mendengar ketidakmaunnya dia untuk mengikuti apa kataku. āCEPAAATTā¦!ā
āaaakuu fa..ny, meā¦meku gatellā¦.ā belum selesai berkata-kata langsung kuteriaki dia āKENCENGAANNā¦!ā
langsung fanny melanjutkan dengan suara lebih keras āTETEKu juga GATELL untuk dientotā
āLANJUTT, belum selesai ituā¦!ā
āI..yaa, Tukang sampah aku ajak ngenā¦.ngenn..tot padahal aku lagi datang bulanā āAKU hukā¦hukkā¦lonteā¦huhuhu meā¦meā¦mek ini gatel hukhukā¦ā Fanny terus melanjutkan apa yang kuperintahkan dengan improvisasinya sendiri dan tangisan sesengukan berusaha mempertahankan harga dirinya sebagai gadis baik-baik.
Di tengah sesengukannya, aku mengeluarkan kembali kontol ini dengan sigap langsung kuposisikan di depan pintu lubang kenikmatannya..
āOugghā¦Ahhhā¦mmhhhā desah Fanny stengah kaget dan merasakan kenikmatan ketika merasakan sebuah benda asing bergerak menempel di bibir vagina dan menyentuh klitorisnya.
Belum sempat fanny menyadari dan meresponi kehadiran benda asing di pintu masuk goa kenikmatannya itu, akupun langsung mengebu-gebu tidak tahan untuk dapat segera memulai mengawini dara cantik ini.
āOhhh Fannyā¦BAPAK PERAWANIN MEMEKK KAMU..ARGGHH..!ā teriak aku, sambil mendorong batang pelir ini mendobrak masuk celah sempit bibir vaginaānya.
āOugghhā¦Arrgghhā¦sssakiittt..ā Mata fanny terbelalak dan badannya menegang kencang meresponi dobrakan kasar ku di organ intimnya itu, desahannya sekarang berganti teriakan ketika kupaksakan kontol ini untuk dapat menembus memek perawan fanny, tetapi setiap kali aku mendorong tidak dapat kontol ini memasuki liang tersebut yang ada kontol ini terpeleset karena sempitnya lubang memek ini. Kuhentakkan lagi pinggul ku sekuat tenaga berusaha memasukkan penis ini ke liang kenikmatannya, tapi lagi-lagi gagal dan hanya berhasil memasukan sedikit di memeknya yang sangat amat sempit itu, kepala kontolku ku lihat berhasil terjepit di belahan bibir kemaluannya tetapi tidak mampu kudorong masuk lagi lebih dalam lagi. Heran aku padahal sebelumnya Fanny sudah cukup basah karena rangsanganku sebelumnya, tapi sekarang memek ini kering bahkan darah mensānya pun tidak mengalir keluar aku berharap ada sedikit darahnya sehingga bisa membantu memperlicin masuknya kontol ini ke dalam memeknya.
Fanny menangis dan berteriak-teriak kesakitan āougghhhā¦ammpuunnnā¦sakiiitttā¦tolong stopppā āSakit sekalii huhuhuā¦.ampun jangan perawani saya, sakiitt tidak muat tolong jangan lagi pakā, dia mencenkram erat tiang ranjang tidur orang tuanya berusaha menahan sakit di kemaluannya itu.
fanny mengaduh kesakitan badannya tegang menekuk keatas berusaha menarik tubuhnya menjauhi kontol iniā¦Dia terus meringis dan menangis menahan perih di kemaluannya yang sedang ingin kutembus.
Terus kucoba beberapa kali tetap memek gadis ini tetap tidak mudah untuk kumasuki batang penis ini, sampai kami basah berpeluh keringat. Memang memek fanny sangat sempit dan juga penis bapak ini cukup besar untuk memek perawan seperti dia. Bibir memek dan daging sekitarnya kulihat telah sedikit memerah bukan hanya karena bengkak sedang mens, tapi juga karena percobaanku untuk memerawani memeknya ini dengan paksa, sepertinya jika tidak dalam kondisi diperkosapun suami atau pacarnya pasti juga akan mengalami kesulitan untuk memperawani dirinya, sudah lama sekali tidak kutemukan gadis dara yang memeknya serapat ini, tetapi biasanya gadis seperti ini memiliki talenta yang dikenal di Indonesia dengan sebutan empot ayam, sungguh sangat beruntung suaminya nanti, tetapi tetap lebih beruntung diriku ini yang walaupun baru bertemu sudah akan merasakan nikmat liang surgawinya ini walaupun dalam konteks kuperkosa.
Di ujung penis bapak ini juga kuperhatikan ada sebercak darah, pertama kukira itu aku telah berhasil memerawaninya tetapi sepertinya ini hanya darah menstruasinya yang keluar karena kontol ini terus kupaksakan berusaha memasuki memeknya, tidak mungkin ini darah perawannya karena setelah aku kangkangkan kembali kakinya dan kutarik bibir memeknya masih kutemukan dengan jelas bahwa selaput dara itu masih berada di dalamnya belum koyak sedikutpun tanda aku masih belum berhasil merenggut kesucian fanny si dara super sempit ini.
Akupun harus memutar otak agar aku dapat memerawani gadis cantik yang sempit ini.
Aku pun sejenak teringat akan benda yang kutemukan di lemari orang tuanyaā¦Vibrator pink itu terakhir kutaruh di meja kecil di sebelah tempat tidur ini. Ku tinggal sejenak fanny yang terengah engah dengan kaki masih mengangkang, aku bergerak ke meja dan kuambil benda pink itu.
Kucoba mempelajari bagaimana caranya menyalakan benda ini, vibrator ini berbentuk sebesar lipstick tetapi agak melonjong dan di salah satu ujungnya terhubung dengan kabel ke remote kecil, di remote itu hanya ada toda kenop bundar, sepertinya satu-satunya cara untuk menyalakan alat ini adalah dengan memutar kenop ini.
āClikk..rrrtttā telur puyuh pink itu bergetar seperti getaran hapeā¦kucoba memutar lagi sampai maksimal ku ingin tahu semaksimal apa getaran alat ini ābbrrrrzztttttzzttttttttttā¦.ā suaranya terdengar mendengung mengisi ruangan ini
Wah getarannya hebat juga, saking hebatnya sampai seperti terlempar-lempar di udara karena kencang getarannya, aku tersenyum menyeringai. āFannyā¦ā kupanggil fanny pelan, dia menengok pelan ke arah benda yang sedang kuangkat ini. Dia tidak merespon apa-apa, dia masih sangat polos sehingga tidak tahu benda apa yang sedang kupegang ini. Malahan dia terlihat bingung apa yang sedang kulakukan, wajahnya masih terlihat sangat cantik walaupun matanya sudah sembab karena daritadi menangis.
Kupegang ujung vibrator berbentuk seperti lipstick ini, ku tunjukan ke kamera yang sedari tadi merekam aktivitas bejatku.
āBapak Ibu, makasih ya mainannyaā¦bentar lagi mainan bapak ibu ini bakal bantuin ane jebol memek anak gadis kalian lowh, ouwh ya maaf ya bapak ibu kalau nanti ranjangnya jadi kotor sama peju dan darah heheheeā aku berkata-kata ke kamera seperti menitipkan pesan untuk orang tua fanny, mungkin jika kelak orang tuanya mendapatkan video ini mereka bisa mati berdiri karenanya hahaha.
Tidak ingin membuang waktu lagi, langsung kuposisikan benda itu di celah sempit di tengah selangkannya, kusetel pelan terlebih dahuluā¦
ārrtt..aaahhhh..rrtttā¦hhmmmā¦.rrrrrttttttā¦rrttt..ohhhā¦rrrtttā Fanny mengerang setiap kali kutekan vibrator ini ke arah klitorisnyaā¦
āPaakk a..paa eeehā¦ohhh ahhā¦ahh..Apaah inihh??ā Fanny bertanya benda apa yang sedang kutempelkan di memeknya ini, mukanya memerah menahan birahi karena getaran alat ini memicu syaraf-syaraf di klitorisnya. Makin lama makin kuputer kenop alat ini mendekati kecepatan maksimal, dan setiap kali kuputar juga fanny langsung ikut mendesah bertambah kencang seperti berlomba dengan suara dan getaran vibrator ini. Sungguh gadis ini makin kuracuni dengan kenikmatan cabul hahaha..
āohhhhā¦ohhh.ohhhā¦.aaaaahhhhhā¦..āFanny mendesah erotis dan berteriak kencang, matanya membelalak, nafasnya tak beraturan, kakinya terangkat sambil telapak kakinya menekuk kencangā¦Dia sudah orgasme untuk yang kedua kalinya, sungguh diluar dugaan begitu mudahnya dia orgasme karena alat ini. kumatikan vibrator dan kulepaskan ikatan tangannya dari tiang ranjang tempat tidurnya, badannya seperti tidak bertulang, kuangkat dan kuposisikan duduk mengangkangkan kakinya ke arah ku. Kupeluk lembut sambil kubelai punggung dan rambutnya yang berpeluh. Ku taruh guling dan bantal di belakang punggungnya agar dia dapat duduk, tangannya yang masih terikat ku kalungkan di leherku. Dengan begini Fanny terduduk berhadap-hadapan denganku dan dia dapat melihat dengan jelas batang berurat tegak mengacung. Kurasakan nafasnya makin memburu ketika melihat kontol hitam panjang yang ada di depannya. Dia mengangkat kepalanya, tidak mau melihat kengerian yang menunggu di selangkanganku, begitu dia menoleh keatas mata kami bertemu, baru saja ingin ku kagumi cantiknya gadis dara ini, dia langsung menolehkan kepalanya kesamping. mungkin dia tidak tahan melihat muka jelek abang tukang sampah hahahahaā¦tapi posisinya sudah terkunci, tangan terikat, cup bhānya sudah tergulung kebawah mempertontonkan payudara yang kecil tapi padat, dan yang paling penting dia duduk mengangkang dan kakinya tertahan oleh badanku sehingga dia tidak mungkin kabur atau mengelak lagi
Kusentuh celah kewanitaannya dengan jari telunjuk tangan kiriku, kurasakan celah kewanitannya sudah basah karena orgasmenya tadi. Kuangkat jariku kulihat cairan kewanitaannya agak berwarna pink, karena bercampur dengan darah haidnya. Fanny ternyata juga melihat jari tanganku, ālihat nih nonā¦ini namanya cairan nikmat hahaha, kalau udah nikmat baru keluar dari memek cewekā āBiasa warnanya putih kalau ga bening, tapi karena kamu lagi mens jadinya warnanya pink gini, kalau udah keluar cairan ini berarti memek kamu, udah siap nih dimasukin iniā kutunjuk kontolkuā¦Fanny tidak merespon apa-apa, pasrah akan keadannya.
āTahan ya cantik heheheā¦ā kupegang kontolku dan kuangkat sedikit badan fanny agar bisa kuposisikan kontol ini ke celah kewanitaannya.
āAhh..ā Fanny mendesah kecil ketika kelamin kami bersentuhan kembali, sepertinya dia sudah melupakan perih dan sakitnya usaha memperawani dia sebelumnya. Rencanaku berhasil dengan membuatnya orgasme berkali-kali dahulu dengan vibrator itu, dia terlihat antara pasrah tidak bisa melawan dan juga penasaran ingin kembali merasakan kenikmatan cabul seperti tadi.
āTadi rasanya enak ga cantik?ā tanyaku berusaha membuat dia lebih relax
āehhā¦ā Jawaban dengan suara kecil tetapi dengan angukan kepalanya sambil menahan malu, hehehe gadis dara polos mengakui bahwa orgasme itu nikmat hahaha. Tanganku masih sibuk dengan kontolku, memainkan kontol ini di depan celah kewanitaan fanny.
āTemen kamu ada yang udah pernah ngentot lom?ā tanyaku⦠ābelumm pakā¦ā dia menjawab dengan suara yang merdu sambil menatapku.
āmasa sih, kamu sekolah atau kuliah sekarangā tanyaku lagiā¦. āAku kuliah baru masuk semester dua pakā¦ahhnnā jawabnya diiringi desahan ketika aku menggesek kontolku tepat mengenai klitorisnya, aku berusaha meratakan cairannya di kepala kontol ini sekaligus juga agar dia tetap terangsang.
āKalau udah kuliah pasti ada dong yang udah pernah ngentot, masa ga ada sih?āā¦āahhā¦ahhnnā¦ehh..adaa sih pak tapi bukan teman seangkatan..ahhā¦gee..liiā fanny mendesah kegelian sambil menjawab pertanyaanku
āterus kata temen kamu itu, enak ga ngentot?ā
ākata dia sih enak bingits pakā¦ā jawabnya mencontohkan perkataan temannya.
āMakanya kamu santai aja, ini nanti sakitnya bentar aja nanti akan enak bingits kayak teman kamu bilangā aku berusaha meyakinkan korbanku ini
ātapi dia sama pacarnya, aku ga mau sama bapakā¦lagian aku takut sakitt..takutt hamil juga huhuhuā¦ā jawab fanny seiring air mata mulai menetes lagi dari matanya.
āloh memangnya kenapa sama bapak? bapak lebih berpengalaman sekali ngentotin cewek perawan kayak kamu, pasti enak deh nanti bapak jaminā¦tenang nanti bapak keluarin spermanya di luar kok cantikā aku berusaha terus meyakinkannya.
āBapak jelek,tua keriput,bauā¦ini kan PERKOSAAA..AAAAAAANN Ahhhhhhā¦.. SAAKIIITTTTTā kudorong paksa kontol berurat ini membelah celah kewanitaannya bahkan saat dia belum selesai berbicara, kali ini kepala kontol telah ini berhasil masuk beberapa centi tetapi tertahan sesuatu dan aku membutuhkan dorongan sekali lagi untuk dapat masuk lebih dalam lagi.
Tetapi sebelum itu badan Fanny sudah menegang keras, otot-ototnya mengejang menahan rasa sakit seperti berusaha menolak keberadaan benda asing di lubang kewanitaannyaā¦
āAAAAHH..AHHHā¦Ahh.. saakiittā
Fanny mengerang menahan sakit sambil menangis. Kudiamkan sejenak kepala kontolku masuk beberapa centi dari mulut kewanitaannya, kalau kumajukan lebih lanjut habis sudah selaput segel keperawanan tanda kegadisan dan kesucian fanny, tapi masih sulit rasanya untuk kupaksakan memasuki liang kenikmatannya lebih lanjut, seluruh ototnya menegang bahkan otot kewanitaanya pun begitu,ototnya kewanitaannya mengencang keras kurasakan seakan-akan berupaya mengusir batang kontol ini keluar dari memeknya.
āBerhenti..plssā¦Sakitt sekali pakā¦ā
āAku ga mau lagiā¦sakiitttā¦tolong lepasin aku pakā¦sakiit bangeet..āFanny mengaduh kesakitan,
Di tengah tangisan dan erangannya dia pelan-pelan berusaha mengangkat badannya menjauhi kontolku, pelan-pelan ia beringsut menggeser pantatnya kebelakang untuk mengeluarkan kontolku. Berharap aku tak menyadari apa yang sedang ia lakukan.
Tapi aku lebih sigap, kupegang erat pinggulnya,kutahan agar dia tidak bisa menarik badannya lebih jauh.
āCantik kamu bukan perawan lagi, kamu akan kuperawaniā¦.ā ku menatap matanya dalam-dalam sambil mengatakan kata-kata yang menyayat keberanian hatinya.
Kupegang kepalanya dan kuarahkan kebawah agar ia bukan hanya dapat merasakan sakitnya diperawani paksa, tetapi juga dapat terus mengingat dalam mimpi buruknya gambaran prosesi hancurnya kesuciannya ini, dengan jelas dia dapat melihat batang pelir berurat hitam yang ujungnya sudah tertanam sedikit di dalam kewanitaannya.
Dengan langkah pasti kutambah kencangkan gengamanku di kiri kanan pinggulnya dan sejurus kemudian kutarik pinggulnya mendekati diriku, sehingga secara otomatis memaksa memeknya harus menelan keseluruhan batang kontolku ini.
Blesss creetā¦. āAKKHā¦.āhanya sebuah erangan yang terdengar setelah itu Fanny diam, Fanny terbelalak antara percaya dan tidak percaya,
Dia melihat dengan matanya sendiri prosesi yang seharusnya sakral itu, dimana batang pelir seorang pria yang berurat itu masuk ke dalam lubang vagina seorang wanita dan kemudian menembus selaput kesucian diri wanita. Ini terjadi hal yang sama, tetapi ini sama sekali jauh dari kata sakral, ini adalah P-E-M-E-R-K-O-S-A-A-N, tidak ada seorang wanita di dunia yang berharap dirinya diperawani seperti ini, apalagi ketika dia sedang kedatangan tamu bulanan.
Setelah dengan kasar menembus selaput itu batang keras berurat ini terus menerebos celah sempit mendorong setiap otot-otot dan daging di sekelilingnya untuk membuka memberikan jalan bagi batang itu terus menuju rahim sang pemilik. Yang dapat kurasakan adalah KENIKMATANā¦.
Kenikmatan yang tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata terasa hangat sekali batang pelir ini diselimuti oleh daging kewanitaan fanny, seperti gerak lambat kurasakan batang ini membelah daging di dalam kewanitaannya setiap bagian bergerinjal kurasakan menstimulasi syaraf-syaraf di kontol ini seraya terus bergerak maju mendobrak terus lebih jauh dan sungguh sangat sempit sekali vagina perawan untung agak sedikit basah kurasakan di dalam vaginanya entah karena darah mens atau cairan kewanitaannya. Akhirnya berhenti di satu titik setelah sampai mentok batang pelir ini tidak dapat maju lagi, mungkin memang sudah mentok sampai di rahimnya.
Kudiamkan kontol ini tetap di dalam, tidak mau buru-buru ku entoti gadis ini dengan kasar. Ingin kunikmati dan kuhafal benar-benar sensasi yang ditawarkan gadis belia ini kedutan-kedutan kecil menyambut kontolku yang kubiarkan tertancap dalam dalam di lubang memeknya ini.
Kenikmatan yang kurasakan berbanding terbalik dengan yang fanny rasakan, matanya masih terpaku melihat ke bawah ke poin tubuh manisnya dipaksa bersatu dengan tubuh bapak tukang sampah kompleks. Di kepalanya mengharapkan ini semua hanya mimpi, semoga dia segera terbangun dari mimpi buruk ini. Tetapi seketika itu juga, saraf-saraf di kewanitaannya mengirim sinyal ke otaknya memberikan tanda bahwa ini semua adalah realita, sinyal tanda kesakitan yang dirasakannya karena lubang sempit nan belia di bawah sana sedang dipaksa dan di dobrak membuka lebar-lebar untuk kedatangan benda asing yang tidak diundang. Rasa sakit yang menyayat tiap milimeter daging kewanitaannya yang masih berumur 18 tahun yang diperawani, bukan oleh kekasih hatinya tetapi oleh bandit tua tak berperikemanusiaan, bukan dengan kasih sayang tetapi dengan paksaan dan tanpa belas kasihan sama sekali.
Keheningan ruangan itu pecah fanny menjerit histeris āSakkiitttā¦Saaaakiitttttā¦..AAAKHHHHHHHā
āKELUARRRINN..TOLOONNGG TOLOOONGGG..ā tiba-tiba fanny berteriak panik karena sakit yang menyayat di lubang kewanitaanya.
langsung kutarik kepalanya dan kukulum bibirnya, kucium dia agar tidak berteriak lagiā¦pertama dia menolak walaupun bibirnya sudah menempel di bibirku, dia masih berusaha mengerakkan kepalanya kekiri dan kekanan, tetapi apa daya kutahan kepalanya dengan tanganku, akhirnya dia pun pasrah dicumbu bibirnya oleh seorang abang tukang sampah, kumasukan lidahku dan kumainkan di mulutnya dengan rakus juga ku hisap ludah yang membasahi mulutnya, fanny sepertinya tidak pernah berciuman sebelumnya, dia sama sekali pasif membiarkan lidahku menjajah ke dalam rongga mulutnya, matanya hanya terpejam erat tidak mau melihat muka tukang sampah yang selain menjarah kesucian kewanitaannya juga saat ini telah menjarah juga kesucian sebuah ciuman dari dirinya. Kuciumi dia beberapa menit lamanya, sampai dia sudah lebih tenang dan pasrah.
Melihat dia pasrah, kontolku yang dari tadi kubiarkan mentok di dalam memeknya mulai perlahan kutarik keluar. ketika kutarik keluar, fanny berteriak sdikit di walaupun sedang kuciumi dia dengan rakus. Fanny kembali merasakan sakitnya ketika benda berurat ini bergerak mundur di dalam kemaluannya. Baru kutarik sampai setengah aku terkejut kurasakan ada gaya tarikan yang menarik kontolku kembali ke dalam memeknya seraya tidak ingin membiarkan kontol ini pergi, semakin kutarik kontol ini semakin tarikannya terasa dan memijat kepala kontol ini dengan keras, wah benar dugaanku memek fanny bisa empot ayam hahahaā¦sudah lama tidak kurasakan memek yang bisa seperti ini. Memang ini adalah kemampuan memeknya atau karena dia sedang mens jadi vagina dan rahimnya membengkak, sehingga menjadikan vaginanya terasa seperti menghisap-hisap dan meremas-remas kemaluan ini secara luar biasa, karena dulu pernah kutemukan beberapa wanita yang bisa empot ayam tapi hanya ketika dia sedang mens. NAnti saja kucari tahu, ketika ku entot fanny ketika sedang tidak mens, memek ini sudah membuatku ketagihan padahal baru sebentar tidak mungkin hanya satu kali aku entoti dia.
Kulanjutkan gerakanku Kutarik setengah lalu kumajukan kembali perlahan sampai mentok kembali di dalam lubang memeknya, perlahan-lahan aku memulai membangun momentum memaju mundurkan kontol ini. tetapi tidak dapat rasanya kutarik semua dan kumaju mundurkan dengan cepat, setiap otot-otot vaginanya seraya memerintah setiap bagian bergerinjal di dalamnya vaginanya untuk lebih kencang menyelimuti kontol ini ketika kutarik keluar, aku takut tidak dapat bertahan lama menghadapi memek ini tetapi aku sangat bahagia, sensasi yang diberikannya sangat intens. Apalagi ketika aku melihat ada cairan berwarna merah menyelimuti kontol ini, di dekat pangkal kulihat darahnya lebih berwarna cerah aku berasumsi bahwa itu berasal dari darah selaput perawannya yang telah koyak dan menjadi tanda bahwa ia buka perawan lagi, lalu kulihat di bagian atas dekat dengan ujung kontolku terdapat lelehan darah juga tetapi warna darahnya agak lebih gelap dan ketika kupegang agak seperti berpasir itu pastilah darah menstruasinya, tekstursnya terasa agak berpasir karena darah mens bercampur dengan sel telur dari rahimnya.
āDahsyaaattā¦hahahaā aku tertawa kencang menikmati empotan memek gadis 18 tahun berketurunan cina ini, ajaib benar kemaluan gadis ini, berhasil membuat aku setan penasaran ini agak menahan diri untuk mengentoti dirinya dengan liar karena takut muncrat sebelum waktunya.
āehhnnnā¦akhh..sakittā¦berhenttiā erang fanny pelan tetapi juga ada desahan di sela-sela nafasnya yang masih merasa kesakitan. Kudiamkan saja sambil terus mendorong pingulku maju dan mundur secara perlahan.
Sepuluh menit aku mengenjot dirinya yang cantik ini dengan tempo lambat, sambil sesekali kucumbu payudaranya yang membulat sempurna dan terkadang kupeluk erat tubuhnya sambil merasakan lembutnya kulit belianya menempel dan bergesekan di tubuh tua renta ini.
āehhnnn..ohhā¦ahhh..ahhhā¦.ahhhā āmmmā¦ehhnnā āmmmhhhā¦ā lama kelamaan fanny sepertinya juga mulai terbiasa dengan kehadiran kontol di memeknya, dia mulai melemaskan badannya tidak seperti tadi ketika pertama kali kuperawani.
masih kugenjot dia dengan perlahan, agar ia dapat lebih terbiasa dan aku juga dapat lebih terbiasa juga dengan sensasi ekstrim dari memeknya yang membengkak dan terus mengempot ayam kontol ini.
kunaikan tempo genjotanku ketika kurasa dia sudah siap, berharap ia sudah mulai dapat menikmati permainan nafsu yang terlarang ini.
āah..ahā¦ahhā¦mmmhā¦ahhā¦ahhā¦ehhā¦ehh..ahhā desahnya, di tengah nafasnya semakin tercampur desahan erotisā¦tangis dan kesakitan mulai berganti dan lenyap tenggelam dalam nafsu setan. Aku berusaha agar ia dapat merasakan orgasme ketika dientot seperti ini, agar ia nanti bisa ketagihan atau bahkan menjadi seorang maniak sex.
āzlebb..plookā¦zleebbā¦ceplookā¦bleebb..plook..plookā suara cabul yang berbeda terdengar ketika kugenjot fanny dengan tempo yang lebih tinggi. Suara percabulan yang dihasilkan ketika aku menancapkan kembali dengan keras kontol ini hingga mentok sehingga menyebabkan paha dan selangkangan kami ini saling bertabrakan dengan erotis mngawal kelamin kami bertemu dengan nikmat.
āahhā¦ahhā¦ehhā¦ehh..ahh..engh..enghh..engghhā fanny makin mendesah kencang, kupeluk erat dirinya sambil kuangkat pantatnya agar kontol ini dapat lebih leluasa lagi bergerak lurus maju dan mundur menodai lubang kenikmatan fanny. Tidak lupa juga payudara mungilnya itu kuremas-remas, dan putingnya ku pilin-pilin agar dia lebih mudah lagi mencapai orgasme.
Peluh menetes dari lehernya dan bergulir berbelok di tengah-tengah payudaranya, lalu menetes seprai orang tuanya ini. Ruangan ini ber ac tetapi tidak kuasa meredam panasnya persetubuhan makhluk berbeda kasta bahkan dunia ini.
āengh..engh..engghh..engghhhā¦ahhā¦ah..ah..ahhā setiap kali aku bergerak fanny mulai ikut bergerak mengimbangi gerakan kontol ini, ketika aku bergerak maju maka ia pun bergerak maju dan makin mengangkangkan kakinya menerima terjangan kontolku. Entah dia masih sadar atau tidak bahwa ini adalah pemerkosaan, atau dia masih sadar ini adalah perkosaan tetapi tidak kuasa melawan dan merubah nasib lagi sehingga yang dapat ia lakukan adalah menikmati persetubuhan paksa ini.
Kurasakan Fanny makin terengah-engah dan bergerak makin cepat, padahal aku sendiri belum bergerak dengan tempo seperti itu. Sepertinya dia sebentar lagi akan orgasme. Aku berhenti memajukan mundurkan kontolku, tetapi fanny sendiri yang secara tidak sadar karena tenggelam dalam kenikmatan memaju mundurkan pinggul dan pantatnya secara liar. Aku sungguh tidak tahan lagi dengan kenikmatan ini, Fanny bergerak sendiri jadi aku tidak dapat mengontrol lagi ritme yang pas agar aku dapat bertahan tidak memuntahkan sperma ini.
ditengah gerakan pinggul dan desahannya yang makin liar, tiba-tiba fanny mengerang tertahan āahhk..ahk..ahk..akkhhā¦akh.akkh.akkh..AHHHHKKKKā¦ENngghHHHā
mendorong mentok pantatnya sehingga kontol ini tertancap maksimal,lalu ia mengejan dan mengeraskan seluruh ototnyaā¦bahkan otot kewanitaannyapun seakan ingin menghancurkan kontolku yang tertancap maksimal ini, semua otot-otot dan gerinjal di kewanitaannya membetot kencang kontol ini sampai agak sakit tetapi masih nikmat. Kepalanya mendongak dan mulutnya menganga tidak sanggup mendesah mengeluarkan suaraā¦Fanny orgasme yang ketiga kalinya, dan kali ini lebih spesial karena kontolku yang membuat dia orgasme. beberapa menit fanny tenggelam dalam gelombang orgasmenya, nafasnya memburu seperti sedang berlari berkilometer jauhnya. aku sendiri masih memainkan payudaranya sambil terpersona melihat malaikat secantik ini sedang tenggelam dalam gairah iblis, dengan peluh yang menetes ia makin bertambah cantik. Memek luar biasa dan kecantikan yang belia luar biasa sungguh sangat beruntung aku dapat merasuki dan akhirnya merasakan gadis seperti ini, apalagi kenyataanya dia juga sedang mens.
kulihat ada darah mengalir dari lubang kewanitannya ke bawah ke lubang duburnya dan terus kebawah membasahi ranjang ini dan mewarnai sprei putih bersih ini dengan warna merah gelap, sedangkan di klitorisnya kulihat juga ada darah tetapi lebih terang warnanya seperti yang kuterangkan sebelumnya ini pastilah darah perawannya. sedangkan yang membasahi dan keluar membasahi ranjang pastilah darah menstruasinya. inilah kesukaanku dan inilah alasan aku bisa bangkit lagi, Darah dari kemaluan wanita memang sumber kekuatan.
Kudiamkan dia sejenak, dengan kontolku masih tertanam erat di dalam lubang memeknya. Ketika kurasakan jepitan memeknya mereda kutanya ke fanny
āBagaimana enak kan bener??Lagi yaa..?ā tanyaku⦠āBapak masih belum selesai nikmatin kamu lowh cantik, Kontol bapak masih belum puas nih..ā
āCapheek Pakk..Dahh yaā¦ā
āAku Gakhh maau laggihh..ā āSakiit sekali paakā¦ā
tidak peduli langsung kumaju mundurkan kontol ini āakhh..akhhh..akkhh..daahh capphee..ahh..ahhā
Acuh dengan permintaan korbanku ini aku kulum puting payudaranya agar ia dapat lebih mudah bergairah kembali, payudaranya mengeras padat indah walaupun badannya bergerak tersodok-sodok oleh gerakan kontolku di memeknya, payudara gadis ini masih tetap mengacung indah dengan puting merah mudanya menghiasi puncak keindahan di dadanya itu. Urat halus di dadanya dapat kulihat jelas menghiasi gundukan indah ini, seperti sungai di pegunungan.
luar biasanya gadis ini, sebentar saja baru kumulai entoti kembali setelah orgasme sekarang memeknya langsung kembali basah dan menghisap-hisap kembali kontol iniā¦hatinya dan mentalnya sudah capek, tapi badannya masih haus belaian abang dan terutama tusukan kontol lelaki rupanya.
kurebahkan badanku, sehingga otomatis fanny berada di atas dan kontolku tegak lurus keluar masuk dari kemaluannya. dari posisi ini, darah mensnya semakin terlihat karena mengalir tertarik gaya gravitasi dan gerakan kontolku, darah mensnya membasahi kemaluannya dan kemaluanku. Sampai beberapa helai jembutku berwarna merah karenanya, tetapi tidak dengan fanny karena bulu kemaluannya masih jarang dan hanya ada di bagian atas kemaluannya.
Batang tegak berurat ini terlihat gagah berwarna kemerahan karena darah mens fanny bergerak keluar masuk diantara celah bibir vaginanya yang sempit ini, setiap kali kontol ini kutarik keluar bibir itu sedikit tertarik keluar karenanya, dan ketika kusodok masuk kembali bibir vaginanya agak tertarik masuk kedalam. Sungguh pemandangan yang luar biasa, dari bawah juga kulihat payudaranya yang walaupun tidak terlalu besar tetapi mancung dengan puting yang menegang tegak menghiasi pemandangan. Lalu kecantikannya Fanny yang luar biasa, berpeluh tetapi masih sangat cantik seperti seorang bidadari
Lalu rasa dan sensasi jepitan memeknya sungguh luar biasa, ditambah dengan jadwal siklus kewanitaanya yang membuat lubang memeknya membengkak semakin terasa seret menjepit bgitu juga dengan pelicin yang tidak lazim yaitu darah mens wanita yang karena tekstur darah mens yang memang agak berpasir membuat sensasi berbeda setiap penis ini keluar masuk membelah daging kewanitaannya.
āahhh..ahhh.ehhn..ehnn..ehhnnā desah fanny mewarnai persetubuhan paksa tapi nikmat ini.
āenak ya cantik ngentot itu?ā tanyaku menggoda, sambil kulihat fanny langsung mengigit bibir bawahnya tersadar akan desahannya yang erotis berusaha menahan desahan itu keluar ari mulutnya yang mungilā¦
ājangan ditahan-tahan dong cantik, suara kami sexy banget lowhā¦ā Ku arahkan jariku ke klitorisnya dan ku stimulasi clitorisnya itu, langsung saja ia bereaksi
āahhnnnā¦ahnnnā¦ahhnnnā desah fanny tak bisa tertahankan lagi sudah payudaranya aku servis, memeknya sedang kurojok-rojok dengan kontolku, klitorisnya kini ku permainkan juga, tidak mungkin dia tahan apalagi dia masih sangat tidak berpengalaman dalam hubungan badanā¦sangat mudah mempermainkan nafsu dan menghilangkan akal sehatnya.
Capek aku menggerakkan pantatku naik turun untuk mengenjoti gadis cantik ini, aku pun memposisikan kakinya dari berlutut menjadi berjongkok di atas badankuā¦Lalu aku pun sengaja berhenti bergerak, ingin melihat bagaimana reaksinya. Kali ini fanny tersadar dan memandang mataku malu-malu seakan bertanya dalam-dalam kenapa aku berhenti memompa badannyaā¦
Kujawab kegelisahannya itu āCantik gantian ya, abang capek nihā¦kamu yang gerakin ya, nih kamu kayak orang jongkok bangun ajaā. Pertama dia terlihat ragu-ragu untuk bergerak, malu karena kalau dia bergerak berarti ini sudah bukan perkosaan yang hanya dinikmati oleh sepihak saja melainkan sudah menjadi persetubuhan yang dinikmati oleh kedua belah pihak. Adat ketimuran dan kepolosannya mendorong dia agar tidak bergerak dan menuruti hawa nafsunya, dia dilema antara menuruti nafsu atau mempertahankan harga dirinya yang sudah hancur itu. Tetapi seluruh insting naluri kewanitaanya sudah mendobrak segala batasan itu.
āehhnnā¦ā Desahan fanny keluar, ketika dia mendorong kakinya untuk mengangkat badannya menjauhi kontolku yang tadi tertancap dalam di dalam lubang kewanitaannya.
āakhhā¦zlebbā¦plookā
Fanny menurunkan pantatnya kembali menjemput setengah kontolku yang tadi sudah keluar dan kembali masuk kedalam lubang kenikmatannya. āHahaha sudah tidak tahan lagi rupanya, memang gadis sepolos apapun kalau sudah menikmati ngentot sampai orgasme pasti ketagihanā
āehnnā¦plook..ehhnn..plook..akhhā berulang kali naik turun kontol ini keluar masuk memeknya, dia sudah makin ahli menggerakkan kakinya terkadang ia sengaja sedikit ia tekuk badannya ketika turun kebawah agar kontol ku dapat mengenai G-spotnya, mungkin ia tidak tahu apa itu tetapi secara naluri tubuhnya tau dimana tempat-tempat yang nikmat untuk kontol ini tusuk dan ransang. Tidak terasa sudah hampir 15 menit Fanny ngentot dengan gaya woman on top, dan sudah dua kali fanny mengejang hebat dan berorgasme dengan penisku masih di dalam memeknya. Persis seperti ketika pertama, setiap kali orgasme ia akan dengan sengaja menancapkan kontol ini dalam-dalam sampai mulut rahimnya dan lalu otot-otot memeknya akan membetot kontol ini dengan keras, sampai gelombang orgasmenya selesai.
Lama kelamaan akupun sudah semakin tidak tahan, sudah cukup lama aku menahan agar tidak muncratā¦untung dia beberapa kali tadi sempat berhenti sejenak ketika orgasme sehingga aku dapat beristirahat sejenak dari kenikmatan luar biasa yang di suguhkan oleh memek belianya ini. Sekarang giliranku mengambil alih, aku rebahkan dia dan kuangkat kakinya dan kulingkarkan di pinggangku.
āakhhā¦akhhā¦akkhhā¦canttikā¦akhh⦠enak banget memekkā¦kamuuā¦akhhā¦akhhhā¦ā aku mengentoti dia dengan tempo cepat, fanny sedikit kaget melihat aku tiba-tiba aktif kembali padahal daritadi dia yang kuberikan kendali dalam persetubuhan ini.
Secara naluri dia kembali merasakan ketakutan, karena kontrol permainan kembali dipegang diriku. Dan mungkin secara naluri juga dia tahu bahwa sebentar lagi rahimnya akan di hamili paksa oleh pasukan sperma dari seorang bapak tukang sampah tua.
āehhnn..ehnnā¦ehhnnā¦ohhā¦ohhh..enaaakā¦akkhhā fanny tidak sadar melenguh dan berkata enak.
āakhhā¦akhh..enaakā¦kan akkhhā¦akhhā¦cantik?ā Aku bertanya kepadanya ditengah deru gelombang kenikmatan yang semakin mendekat.
āyaa..ehhnn..ehnn..okkhh..ehnn..ehnnā ia menjawab seadanya, tidak berani memandangku ketika menjawab.
āakkhhhā¦.dikittā¦lagiā¦akhhā¦akhhhā¦aku HAMILIN KAMUā¦KITA ENAK BARENGG!ā erang aku, mendekati puncak kenikmatan ini
āJanggaann Di Dalemm AKhhā¦Akkhh..Akkhhā¦jaanggaaanā¦Akhhh..Akhh..Minggirā¦keluariinn..jangann di dalamm..ā Fanny menendang-nendang badanku dengan berusaha mendorong badanku agar penisku tercabut dari memeknya, dan tidak memuncratkan pasukan kecilku di lubang memeknya. hampir saja tercabut penisku itu karena usahanya.
Tapi apa daya, tenaga seorang gadis 18 tahun yang sudah kelelahan harus melawan tenaga pria yang sedang di puncak kenikmatan, aku tahan bahunya dan kutarik roknya agar kontolku semakin tertancap dalam sampai mendekati mulut rahimnya. Fanny tertarik ke bawah dan mengerang ketika dirasakannya penis ini kembali mentok di dalam lubang memeknya.
āakkhhhhā¦GUAA HAMILIINN LUW LONTEEEEā¦.ā erang aku seraya memuntahkan peju di memeknya
āakhhhhā¦crott crott crotttā melesat kencang semburan mani bapak tukang sampah ini, mengisi lubang kemaluan gadis belia 18 tahun bernama fanny ini.
āTidaaaaakkkkkk Akhhhhhhhā¦akkhhhā fanny mengerang, menyadari peju bapak ini keluar di dalam lubang kemaluannya, dan siap membuahi sel telur miliknya. Yang berarti sebentar lagi mungkin saja ia akan menjadi seorang ibu. Fanny langsung menangis sesengukan menyadari hal itu.
Akupun rebah ngos-ngosan di atas badannya, sambil kontol ini beberapa kali masih memuntahkan pejunya di dalam lubang memek fanny. āehhnn ehhnnā¦huhuhuā desah fanny ditengah tangisnya, merasakan sembuaran peju panas memenuhi memeknya dan mengalir menuju rahimnya
Sungguh banyak sekali mani yang keluar, rasanya tidak habis-habisnya kontol bapak ini memuntahkan sperma ke tubuh gadis belia ini. Mungkin karena bapak ini sudah lama ga pernah ngentot Hahaha,bisa beneran hamil nih anak orang.
pelan pelan kontol ini mulai mengecil dan kutarik keluar dari memeknya fannyā¦
Darah mens beserta peju perlahan mengalir keluar, kembali membasahi sprei ranjang orang tuanya iniā¦Fanny masih sesengukan menangisi kesuciannya yang sudah terenggut, dan kemungkinan kalau aku sudah menghamili dirinya. Tetapi hal yang paling ia tangisi mungkin kenyataan bahwa ia tadi sempat menikmati persetubuhan ini.
Kubiarkan dia menenangkan dirinya terlebih dahulu, kubangkit berdiri mencari celana dalam fanny yang tadi kulempar, kutemukan CDnya terjatuh di dekat meja kerja ayahnya tepat di depan foto ibu dan ayahnya, ironis sekali heheheā¦kuambil CDnya yang berwarna hijau itu, ditengah cd itu masih menempel softex yang tadi dipakainyaā¦masih cukup bersih karena sepertinya baru diganti olehnya, akupun mengelap darah dan peju yang menempel di kontolku menggunakan softexnya itu lalu kulemparkan ke ranjang agar fanny dapat kembali memakainya nanti.
Kuberjalan lagi ke meja sebelah ranjang dan mematikan rekaman video smartphone miliknya, aku coba melihat adegan apa saja yang terekam..ternyata dari sudut ini semua adegan dapat terlihat jelas, bahkan ketika aku memperawani dirinya yang sambil memberontak itu. Akan kusimpan handphone ini sebagai kenang-kenangan akan kedashyatan memeknya.
Fanny masih terkapar tidak berdaya di ranjang, masih sesengukan sambil sesekali memegangi memeknya yang berdarah dan berpeju seperti berusaha mengorek keluar setiap peju yang ada di dalam memeknya, tetapi dia masih takut untuk memasukan jari ke dalam lubang itu. Kudiamkan dia dan kulihat di hapenya aku melihat-lihat foto-foto di hapenya, dari sejak awalnya aku ingin mencari calon korbanku selanjutnya dari foto-foto yang ia miliki, gadis secantik ini pasti memiliki teman yang tidak kalah cantiknya.
Aku melihat teman dekat ada empat orang, dan semuanya cantik cantik seperti fannyā¦sepertinya mereka teman dari kecil.
Akan kugunakan fanny untuk mendekati mereka, jika fanny tidak mau berkerjasama akan kuancam akan menyebarkan video persetubuhan tadi.
Sambil aku masih melihat-lihat hapenya dan merencanakan ide jahat kedepannya, fanny mulai berusaha bangkit tapi masih menahan sakit di selangkangannya. Kali ini ia sudah terduduk tapi masih menangis di tepi ranjang.
Aku berjalan kearahnya sambil kubawakan celana dalamnya yang tadi. Ku kaitkan di kaki kiri dan kanannya
āhukk hukk terbalik pakkā fanny berkata-kata dengan lirih
āTerbalik apa cantik?ā tanyaku.
āSoftexnya kebalik huhuhuā¦yang lebih panjang seharusnya di belakang..ā jawab fanny
aku pun baru mengerti dan kubalik softexnya dan kurekatkan kembali di celana dalamnya, kusuruh dia berdiri agar lebih mudah kupaikan kembali celana dalamnya, awalnya dia ragu-ragu tetapi sejenak kemudian dia berdiri setelah kubantu berdiri walaupun dengan masih menahan sakit di selangkangannya.
Spermaku dan darah mensnya mengalir melalui pahanya ke lantai ketika ia berdiriā¦sungguh pemandangan yang indah, melihat darah keperawanan dan mensnya yang merah menyala mengalir pelan membasahi pahanya yang putih bersih itu dan jatuh ke lantai keramik.
Ia tahu aku terpana melihat pemandangan erotis dan menggoda dari memeknya yang tepat di depan wajahku. Ia langsung cepat-cepat menarik Celana Dalamnya ke atas untuk menutup pandangan bejatku di memeknya yang berdarah itu. Fanny tertatih-tatih berjalan menuju kamar mandi sambil membetulkan rok dan Branya yang dari tadi tersingkap mempertontonkan payudaranya. Sebelum masuk kedalam kamar mandi ia berkata
āBapak Jahatā¦bapak tega lakuin ini semua, bapak lebih rendah dari binatangā ākalau aku hamil bagaimana, bapak mau tanggung jawab?ā tanya fanny sambil sesengukan.
āBapak sih mau tanggung jawab non heheheheā¦kapan lagi bisa nikah sama memek yang bisa empot ayam, cantik dan anak orang kaya lagi hahahahaā jawabku dengan terbahak-bahak.
Fanny terdiam mendengar jawabanku, menahan amarah karena tahu dia sudah tidak bisa apa-apa.
āCantikk kamu kan lagi mens, memangnya bisa hamil kalau lagi dapet, sel telur kamu kan lagi keluar sama darah mens kamu?ā āDaripada kamu pusing-pusing lebih baik kamu bersihkan badan kamu dan ruangan ini sebelum orang tuamu kembali⦠atau mau bapak mandiin kamu , enak loh mandi bareng hahaha?ā
Fanny tidak menjawab, mukanya menunjukan bahwa dia jijik membayangkan aku mendekati dan mandi bersama dengan dia. Tetapi dia terlihat sedikit lebih lega dengan yang kukatakan barusan kalau dia tidak akan hamil ketika berhubungan badan ketika sedang mens, padahal belum tentu hahaha dasar gadis cantik tapi bodohā¦
Sambil ia mandi aku menonton berita di TV layar datar, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan fanny melongokkan kepalanya, dia terlihat malu-malu ingin mengatakan sesuatu
Akhirnya ia memberanikan diri dan berkata.
āPak tolong ambilin aku softex yang tadi bapak ketemu di lemari mami dong?ā
āYang ini kan non?ā aku angkat bungkusan softex yang tadi kutemukan
ānih nonā¦cukup pake ini, ga mau pake ini aja hahahaa?ā aku menunjuk kontolku sebagai ganti softexā¦
Brakkkā¦Fanny langsung membanting pintu setelah dia mengambil softex dari tanganku.
Cukup lama dia membersihkan dirinya sampai aku nyaris tertidur, ketika dia selesai mandi dia keluar dan kucium wangi sampo dan sabun mahal dari tubuh dan rambutnya, menggodaku kejantananku untuk kembali mencicipi tubuhnya yang belia dan mungil itu. Kubergerak mendekati dirinya, bersiap menerkam dirinya yang sedang membersihkan noda darah mens di rokānya.
tiba-tiba kudengar di bawah, ada pintu yang dibuka āKlekkā¦jreekā
Aku langsung buru-buru membekapmulut fanny.
āAwas kamu kalau berani berteriak akan aku bunuh keluarga kamu, lalu aku sebarkan video ini ke internetā ancam aku
Fanny mengangguk pelan mengerti ancamanku serius. Aku bersembunyi di dalam kamar mandi.
Fanny langsung menarik sprei yang sudah ternoda darah dan cairan bekas pertempuran kami. terdengar suara āCiā¦..ā āCiiā¦kamu dimana?ā
Sepertinya itu suara adiknya, dan pelan-pelan mulai berjalan mendekat. Aku lupa mematikan televisi, jadi dia pasti tau bahwa cicinya ada di kamar ini.
āJekleekkā Pintu terbuka
āCici lagi apa?ā adiknya bertanya
āloh kq lagi pegangin seprai ranjang papi mami?ā
āOhh ga ini tadi cici liat agak kotor,jadi cici ganti ajaā
āCici koq ga kuliah, lagian mata cici koq bengkak abis nangis ya? kenapa ci cerita sini sama akuā
āOuww ga apa-apa koq lin, lagi ga enak badan aja nih. ini gara-gara flu trus juga lagi M nihā jawab fanny sekenanya ke adiknya caroline.
āKamu koq pulang jam segini lin ga les balet kamu?ā tanya fanny ke caroline, āini lagi mau pergi, tadi sepatu aku ketinggalan dirumahā jawab carolibe
āouw gitu yaudah pergi gih buruan, nanti telat lowhāā¦āoke cepet sembuh ya kakak ku yang cantik byeeeā Caroline meningalkan kamar dan kudengar pintu gerbang terbuka dan menutup kembali menandakan adiknya telah berangkat pergi.
hihi cantik juga adiknya lebih cantik dari yang difoto bahkan, daritadi aku mengintip mereka dari lubang ventilasi. Adiknya tadi masih mengenakan baju putih Biru tua SMP berartiā¦hmmm sepertinya sudah cukup ranum untuk dinikmati.
Aku pun keluar dari kamar mandi lalu, mendekati fanny sambil mengecup keningnyaā¦
āSampai ketemu lagi ya cantik, hape ini bapak yang bawa heheheā
āMakasih ya untuk tubuh kamu yang luar biasa ini hehehe, jarang-jarang bapak nemu gadis cantik jago ngentot kayak kamuā kata-kataku membuat kuping dan pipi fanny memerah antara menahan malu dan emosi, dan hanya menitikkan air mata kegetiran.
āoh ya bapak ambil kunci rumah kamu ya, nanti bilang saja hape dan kunci kamu hilang di jalan heheheā
āByee canttiilkk..mmuaahhā Aku memberikan ucapan selamat tinggal, tetapi fanny jijik melihat aku dan membuang muka.
Aku kembali ke rumah bapak ini dengan perasaan puas telah memperawani gadis perawan cantik yang sedang datang bulan, tapi apakah ini cukup????
Tentu saja tidakā¦dan tidak pernah akan cukupā¦.
Karena aku adalaha CRUSADER THE BLOOD KING!




















